RemembeR

" hidup sekali, hiduplah yang berarti"

Mengenai Saya

Foto saya
Allow cendekiawan baru, ktemu dengan aq dlm blog ini. q asli reog city.blog ini berisi secara keseluruhan tentang pengetahuan. harapanq bermanfaat wuat QM-QM

Kamis, 07 Januari 2010

Pengantar Hubungan Masyarakat

tarsihekaputra.multiply.com/journal/item/27

Pengantar Hubungan Masyarakat (seluruh catatan)
Dosen : Sumantri Raharjo, S.Sos. (Mas mantri)

Minggu Pertama:
Public relations terlalu sempit jika di artikan hanya sebagai hubungan masyarakat, alasannya adalah jika public diartikan sebagai masyarakat, dalam bahasa inggris masyarakat adalah society, dan society merupakan bagian kecil dari public. Arti public seharusnya adalah stakeholder. Relations menggunakan huruf ‘s’ yang berarti jamak.
Minggu kedua :
Munculnya Public Relations:
1. Di abad pertengahan muncuul Gilda, yaitu sejenis perusahaan yang berproduksi saat ada pesanan atau ada ilham.
2. Adanya pavrik membuat orang lebih suka menjadi buruh karena gajinya lebih tetap dibandingkan dengan Gilda.
Proses Konsep menjadi Public Relations:
1. Pengenalan konsep Ivy Lee (father of Public Relations) yaitu seorang wartawan asal Georgia Amerika Serikat saat pemogokan buruh tahun 1906.
2. Gagasan kedua saat perusahaan batu bara, dengan syarat dia harus dikedudukan managerial puncak dan berwenang penuh memberikan informasi kepada khalayak. Sehingga dia mengundang wartawan untuk mengunjungi tempat langsung dan memberikan keterangan yang harus diberikan.
3. Ivy Lee membuat Declaration of Principles: Khalayak tidak dapat diabaikan oleh menejemen, Khalayak tidak boleh di anggap bodoh oleh pers.
Di Indonesia:
1. Tahun 1950an saat Kedaulatan Indonesia di akui oleh Kerajaan Belanda (27/12/49)
2. Kata Humas digunakan oleh pemerintah untuk bagian biro, atau instansi.
3. Badan Kerja Sama (BKS) dibentuk untuk mengoptimalkan fungsi Humas yang terdapat di departemen kementrian (1967)
4. BKS diubah menjadi Bakohumas (Badan Koordinasi Humas) berdasar SK Mentri Penerangan No. 31 tahun 1971. Nyang beryugas mengadaka koordinasi, integrasi, sinkronisasi, kerjasama antar Humas.
5. Di bentuk Bakohumas di setiap kabupaten di setiap provinsi berdasar Surat instruksi Mentri Penerangan No. 02/Instr/Menpen/1976
6. 1977 Indonesia menjadi anggota Federation of Asian Public Relations Association (FAPRO).
7. 1981 BakoHumas menjadi IPRA (International Public Relations Association).
Minggu ketiga :
DEFINISI PR
Prof. Marton
PR adalah fungsi manajemen yang menilai sikap public, mengidentifikasi kebijakan, dan tatacara sebuah organisasi, demi kepentingan public, dan melaksanakan program kegiatan, dan komunikasi untuk menarik penngertian umum dan dukungan politik.
Dr. Rex Harlow
PR adalah fungsi manajemen yang khas yang mendukung pembinaan dan pemeliharaan jalur bersama antara organisasi dengan publiknya mengenai komunikasi, pengertian, penerimaan, dan kerjasama melibatkan manajemen dalam permaslahan atau persoalan, membantu manajemen menjadi tahu, mengenal dan tangap terhadap public, menetapkan dan menekankan anggungjawab manajer untuk melayani kepentingan public, mendukung menejemen dalan mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif, bertidak sebaagai system peringatan dini dalam membantu mengantisipasi kecenderungan dalam menggunakan penelitian secara teknik komunikasi yang sehat dan etis sebagai sarana utama.
The Statement of Mexico
Praktek Public Relations adalah seni dan ilmu pengetahuan social untuk menganalisis kecenderungan, memprediksi konsekwensi-konsekwensi, menasehati para pemimpin organisasi, dan melaksanakan programprogram yang berencana mengenai kegiatan-kegiatan yang melayani baik kepentingan organisasi maupun kepentingan umum.
Problem Solving:
Community Relation – Community Development – Capacity Building
Sikap – Kebijakan – Program
Efek Komunikasi:
1. Kognisi : tahu
2. Afeksi : Faham, menilai
3. Konasi : melakukan tindakan
Minggu keempat :
UNSUR-UNSUR PUBLIC RELATIONS
1. RAYMOND SIMON
1. Suatu fungsi manajeemen yang menggunakan penelitian dan upaya berencana dengan mengikuti standar-standar etis.
2. Suatu proses yang mencakup hubungan antara organisasi dengan publicnya.
3. Analisis dalam situasi melalui penelitian terhadap sikap dan kecenderungan sosial dan mengkomuunikasikan dengan manajemen.
4. Konseling terhadap menejemen agar dapat dipastikan bahwa kebijakan, tatacara dan kegiatan dapat dipertanggungjawabkan secara sosial dalam kepentingan bersama antara organisasi dengan public.
5. Pelaksanaan dan penindakan program kegiatan yang berencana, komikasi, dan evauasi melalui penelitian.
6. Pencapaian iktikad baik, pengertian, dan penerimaan, sebagai hasil akhir utama dari kegiatan PR
2. WILCOX, AULT, AND AGEE
1. Deliberate
Kegiatan humas pada dasarnya kegiatan yang sengaja atau intentional. Sengaja untuk mempengaruhi, meningkatkan pemahaman, menyediakan iinformasi, dan memperoleh umpan balik.
2. Planned
Kegiatan humas adalah kegiatan yang terorganisir rapi atau terencana, sehingga harus sistematis, dilakukan dengan analisis yang cermat dengan bantuan riset.
3. Performance
Humas yang efektif harus didasarkan pada kebijakan dan penampilan sesungguhnya. Tidak ada kegiatan humas yang efektif tanpa mendasarkan diri pada keresposifan organisasi terhadap keantingan public.
4. Public Interest
Alasna mendasar dari suatu kegiatan humas adalah untuk memenuhi kepentinga publik, tidak semata-mata untuk membantu perusahaan memperoleh keuntungan yang sebesar-nesarnya. Secara ideal kegiaan humas harus dapat menyeimbangkan antara keuntungan perusahaan dan keuntunga public.
Inti dari komunikasi adalah empati (memposisikan dan memproyeksikan diri pada diri oranglain.
Minggu kelima :
Public dan Public relations
Internal dan esternal
1. Public internal
1. Pemegang saham (investor relations/steckholder relations)
Adalah pemilik perusahaan, PR harus dapat menjalin hubungan baik dengan mereka agar tidak terlalu mandominasi kebijakan.
2. Manajemen dan Top executive
Merupakan aset perusahaan yang harus dijaga karena mampu mengangkat citra perusahaan dan menjaga relasi-relasi perusahaan
3. Karyawan dan keluarga karyawan (employee relations)
Mempuyai potensi untuk merugikan perusahaan dan keluarga karyawan memiliki andil untuk memberikan motivasi dengan memahami pekerjaan pekerja sehingga produktifias meningkat.
2. Public eksternal
1. Konsumen
Dengan berbagai cara untuk dapat memeberikan pemahaman kepada calon konsumen dan mem[ertahankan agar perusahaan tetap eksis.
2. Bank
Tetap dijaga agar meyakinkan bank tentang kredibilitas perusahaan dalam kelayakan dana pinjaman, biasanya dilakukan oleh financial relations
3. Pemerintah
Segala kebijakan pemerintah harus dipantau dan dijalani
4. Pesaing
Agar tercipta persaingan yang sehat dan kita akan terdorong ubntuk lebih produktif
5. Komunitas
Muncul sebagai perspektif bahwa perusahaan adlah tetangga yang baik diwilayah mereka berada
6. Pers
Pembangunan citra perusaan yang baik.

Minggu keenam :
PERAN DAN FUNGSI HUBUNGAN MASYARAKAT
Peran Humas dalam manajemen (D.M Dozier)
1. Expert Prescriber
Humas berperan membantu manajemen dalam memecahkan masalah public relationship. Humas dianggap sebagai ahli dalam bidang tersebut sehingga mendapatkan kepercayaan penuh dari manajemen dalam mencari solusi masalah.Manajemen bersifat pasif dan menerima semua solusi yang diusulkan humas.
2. Communications Facilitator
Humas berperan membantu manajemen dengan menciptakan kesempatan-kesempatan untuk mendengar apa yang menjadi opini publik dan menciptakan peluang agar publik mendengar apa yang diharapkan manajemen.
3. Problem solving process facilitator
Humas bekerjasama dengan bagian lain dalam organisasi dalam memecahkan masalah. Dalam hal ini humas merupakan bagian dari tim manajemen membantu organisasi dan para pimpinannya melakukan proses penyelesaian masalah dengan rasional.
4. Communication technician
Humas hanya menyediakan layanan komunikasi bagi organisasi, sedangkan keputusan teknik komunikasi yang digunakan, dilakukan oleh orang lain atau bagian lain dalam organisasi tersebut.
Peran tersebut akhirnya dikategorikan menjadi 2, yaitu :
1. Public relations manager atau communications manager role (mencakup peran 1-3)
2. Public relations technician atau communication technician role (peran 4)
FUNGSI PUBLIC RELATIONS
(Public Relations Society of America-PRSA)
1. Programming
Mencakup analisis masalah dan peluang, menentukan goals dan publik serta merekomendasi san merencanakan kegiatan.Perencanaan kegiatan termasuk pembuatan anggaran, penjadwalan, pembagian dan pendelegasian tugas.
2. Relationship
PR yang berhasil harus mengembangkan ketrampilan dan informasi dari manajemen, sejawat dalam organisasi dan dari sumber-sumber di luar organisasi. Maka, kegiatan PR mengisyaratkan praktisinya untuk selalu bekerjasama dan menjalin hubungan dengan bagian lain dalam organisasi seperti kepegawaian, hukum, pemasaran, dan lain-lain serta menjaga hubungan dengan pihak di luar organisasi.
3. Writing and Editing
Banyak barang cetak yang digunakan dalam kegiatan kehumasan seperti : laporan tahunan, booklet, media release, newsletter, penerbitan internal dan lain-lain.Untuk itu humas perlu kemampuan dalam penulisan yang efektif dan penyuntingan.
4. Information
Membangun sistem informasi yang baik merupakan salah satu cara menyebarkan informasi yang efektif. Ini berkaitan dengan usaha pengenalan cara kerja berbagai media atau saluran komunikasi yang ada, termasuk di dalamnya surat kabar, media elektronik radio dan televisi, serta multimedia.Ini sangat membantu pekerjaan humas dalam menyebarkan informasi kepada publik.
5. Productions
Fungsi ini berkaitan dengan produksi media komunikasi yang digunakan dalam menyebarluaskan pesan-pesan yang dirancang oleh praktisi humas. Untuk itu praktisi humas harus memiliki pengetahuan tentang tata letak, tipografi, fotografi dan lain-lain yang berkaitan dengan media komunikasi yang digunakan dalam kegiatan humas.
6. Special Event
Konferensi pers, pameran, ulang tahun perusahaan dan sebagainya merupakan kegiatan-kegiatan yang harus ditangani oleh praktisi humas. Kegiatan ini bisanya digunakan untuk menarik perhatian dan memperoleh pengakuan dari publik terhadap keberadaan perusahaan.Aspek-aspek yang perlu mendapat perhatian, berkaitan dengan protokoler, perencanaan dan koordinasi, detail-detail jadwal dengan kegiatan-kegiatannya, serta persiapan publikasi penunjangnya seperti booklet, publisitas dan laporan kegiatan.
7. Speaking
Ketrampilan dasar yang harus dimiliki seorang praktisi PR adalah ketrampilan berbicara, baik tatap muka individual naupun tatap muka kelompok (public Speaking).
8. Research and Evaluations
Aktivitas penting yang dilakukan seorang praktisi humas adalah pengumpulan fakta yang bisa dilakukan secara formal dan informal. Penelitian bisa dilakukan baik pada awal maupun akhir sebuah program kehumasan.Evaluasi merupakan satu kegiatan yang memperoleh perhatian semakin besar.

0 media komunikasi: http://prakindo08.blogspot.com/2008/11/pengantar-hubungan-masyarakat-seluruh.html
Media Relation dalam PR
Jumat, 31 Oktober 2008 10:59 Administrator

William F. Arens (1999:310) mendefinisikan Public Relations sebagai sebuah fungsi manajemen yang memfokuskan diri pada membangun/mengembangkan relasi serta komunikasi yang dilakukan individual maupun organisasi terhadap publik guna menciptakan hubungan yang saling menguntungkan. Publik yang dimaksud dari definisi di atas menurut Arens ada tujuh kategori publik, yaitu para Employees-Stockholders-Communities-Media-Government-Investment Community-Customers.
Dari pengertian tersebut tampak bahwa aktifitas Public Relations berada pada kata manajemen relasi dan komunikasi yang berujung pada terciptanya hubungan baik dengan berbagai pihak demi meningkatkan pencitraan individu atau perusahaan tersebut. Pencitraan yang terbentuk dengan baik akan memberikan dampak yang baik pula demi tercapainya tujuan-tujuan yang ditetapkan individu ataupun organisasi. Akan meraih keuntungan dari produk yang dijual karena memilliki citra yang baik. Meningkatkan kepercayaan publik terhadap individu atau organisasi dalam menjalankan bisnis.
Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa fungsi dan peranan Pubic Relations dianggap sebagai ujung tombak individu atau perusahaan yang berhadapan langsung dengan publik, baik publik yang bersentuhan langsung maupun yang tidak dengan kepentingan-kepentingan mereka terhadap perusahaan. Terhadap publik yang tidak bersentuhan langsung pun tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti sebuah informasi akan sampai di benak mereka. Perkembangan teknologi yang semakin canggih dan dampaknya pada perkembangan media massa memberikan peluang akses informasi masyarakat luas.
Public Relations Society of America (PRSA), sebuah Organisasi Public Relations yang terbentuk pada tahun 1947 di Amerika, pada tahun 2002 merumuskan aktifitas-aktifitas Public Relations.
1. Community Relations. Hubungan publik yang memfokuskan diri pada komunitas yang berkaitan dengan keberlangsungan perusahaan. Misalnya, para pemilik lahan/tahan haruslah mendapat perhatian dan kepuasaan dari perjanjian pembelian tanah oleh perusahaan yang membutuhkan tanah mereka untuk proyek pembangunan lapangan terbang baru. Jika tidak, maka komunitas yang tidak terpuaskan ini bisa menghambat proyek yang sedang dilaksanakan.
2. Counseling. Para profesional Public Relations hendaklah secara rutin memberikan masukan/pertimbangan kepada pihak manajemen sebelum mereka mengambil keputusan, membuat kebijakan, membangun relasi, atau melakukan komunikasi dengan berbagai macam publik. Jajaran manajemen menyatakan kepada publik ‘apa yang mereka lakukan’ sedangkan profesional atau bagian Public Relations membantu mendefinisikan dan mempresentasikan pesan tersebut untuk sampai ke publik.
3. Development/Fundraising. Semua organisasi baik yang profit maupun non-profit dapat bertahan karena ada kontribusi dari berbagai pihak dalam bentuk waktu maupun uang. Peran Public Relations yang menerjemahkan kebutuhan-kebutuhan organisasi tersebut kepada pihak-pihak yang memiliki peluang dan atau kemampuan memberikan kontribusi.
4. Employee/Member Relations. Sebagai bagian inti dari jalannya perusahaan, tugas Public Relations untuk menciptakan hubungan-hubungan yang baik, tidak hanya sekadar pada para pekerja melainkan juga kepada keluarga pekerja. Dengan demikian akan terbentuk motivasi yang baik pula dan moral yang tinggi dari para pekerja sehingga loyal pada perusahaan.
5. Financial Relations. Investor merupakan salah satu bagian terpenting dari sumber pendanaan perusahaan. Peran Public Relations adalah membangun jembatan komunikasi antara investor-pemilik perusahaan, para pemegang saham, komunitas finansial seperti bank, dan publik. Kebanyakan dari strategi perusahaan, dalam rangka ekspansi pasar maupun akuisisi perusahaan, tergantung dari seberapa bagus hubungan-hubungan finansial yang tercipta.
6. Government Affairs. Inilah tipe aktifitas Public Relations yang memfokuskan diri menjalin hubungan dengan pihak pemerintahan. Karena sebagai perusahaan publik, tidak bisa dilepas-pisahkan hubungannya dengan pemerintahan. Bahkan untuk beberapa kasus, perusahaan yang ingin mengikuti tender proyek harus memiliki endors resmi dari pemerintah, misalnya SIUPP dan NPWP.
7. Industry Relations. Perusahaan tidak hanya menjalin relasi yang terbatas pada konsumen/pelanggan semata, melainkan juga harus menciptakan relasi yang baik dengan perusahaan lain yang secara langsung berkaitan dengan bisnis perusahaan seperti para suppliers, distributor, agen bahkan relasi terhadap perusahaan kompetitor sekaligus.
8. Issues Management. Manajemen isu melibatkan publik dalam jumlah besar demi terciptanya imej produk maupun citra dari perusahaan. Akrifitas Public Relations untuk mengembangkan manajemen isu ini sebagai bagian dari kekuatan perusahaan. Sebuah perusahaan pertambangan, sebagai misal, harus mengelola manajemen isu yang baik terhadap publik bahwa usaha yang dilakukan tidak berdampak pada kerusakan alam.
9. Media Relations. Perkembangan teknologi dan pengaruhnya terhadap bentuk-bentuk media massa memberikan pengaruh yang berarti bagi perusahaan. Liputan yang baik di media akan memberikan pencitraan yang baik pula bagi perusahaan, meningkatkan kepercayaan pelanggan dalam memakai produk perusahaan, dan akhirnya menumbuhkan minat pemodal untuk menginvestasikan modalnya pada perusahaan. Aktifitas Public Relations inilah yang menjalin relasi dengan media dan mendapatkan kepercayaan dari liputan media.
10. Marketing Communication. Kombinasi dari aktifitas menjual produk, servis, maupun ide. Iklan-iklan yang dilakukan melalui berbagai media memberikan efek yang menguntungkan pada aktifitas Public Relations. Bentuk kemasan produk yang unik dan bagaimana memajang produk di pasar merupakan terpaan dari pembentukan imej dari perusahaan yang membedakan dari perusahaan lainnya.
11. Minority Relations/Multicultural Affairs. Aktifitas Public Relations yang memfokuskan diri pada terbentuknya relasi pada kelompok minoritas yang secara langsung maupun tidak akan memberikan dampak publisitas perusahaan.
12. Public Affairs. Interaksi Public Relations yang melibatkan para ofisial dan pemimpin dari berbagai bentuk organisasi atau para pemegang kekuasaan. Relasi dengan komunitas maupun pemerintahan merupakan fokus dari aktifitas Public Relations.
13. Special Events and Public Participant. Aktifitas langsung yang melibatkan publik dan dilakukan oleh Public Relations untuk menjalin interaksi antara organisasi/perusahaan dengan publik.
Dari rumusah tersebut jelas bahwa posisi Media Relations menempati bagian terpenting dari aktifitas Public Relations. Bahwa Media Relations merupakan corong atau penyuara perusahaan untuk menjangkau publik melalui media.
Definisi dan Fungsi Media Relations
Mengutip definisi PRSSA, Stanley J Baran (2004, 361) mendefinisikan Media Relations sebagai “…the public relations professional maintain good relations with professionals in the media, undestrand their deadlines and other restraints, and earn their trust”.
Philip Lesly (1991:7) memberikan definisi Media Relations sebagai hubungan dengan media komunikasi untuk melakukan publisitas atau merespon kepentingan media terhadap kepentingan organisasi.
Yosal Iriantara (2005:32) mengartikan Media Relations merupakan bagian dari Public Relations eksternal yang membina dan mengembangkan hubungan baik dengan media massa sebagai sarana komunikasi antara organisasi dengan publik untuk mencapai tujuan organisasi.


Tampak bahwa pengertian Media Relations berdasarkan pada relasi antara individu atau organisasi/perusahaan dengan media. Sehingga dapat disimpulkan pengertian Media Relations adalah relasi yang dibangun dan dikembangkan dengan media untuk menjangkau publik guna meningkatkan pencitraan, kepercayaan, dan tercapainya tujuan-tujuan individu maupun organisasi/perusahaan.
Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa perusahaan mengunakan media massa sebagai medium penyampai pesan dan pencitraan kepada publik. Semakin banyak akses yang didapat publik dari media massa berkaitan dengan produk atau layanan yang diberikan oleh perusahaan, maka diharapkan semakin besar tingkat kepercayaan publik. Pada akhirnya publik akan memakai produk atau jasa perusahaan yang dipublikasikan media; atau setidaknya, publik dapat menjadi saluran kembali yang secara tidak langsung mempromosikan produk atau jasa kepada komunitasnya melalui word of mouth.
Pada dasarnya, banyak pilihan saluran komunikasi atau media yang bisa dipakai perusahaan dalam menyampaikan pesan. Dalam kajian komunikasi massa ada empat saluran komunikasi, yaitu media antarpribadi, media kelompok, media massa, dan media publik.
Sebagai saluran komunikasi, media massa memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan media lainnya. Hafied Cangara (2003: 134-135) memaparkan lima karakteristik media massa. Pertama, bersifat melembaga, pihak yang mengelola media melibatkan banyak individu mulai dari pengumpulan, pengelolaan sampai pada penyajian informasi. Kedua, bersifat satu arah. Ketiga, jangkauan yang luas, artinya media massa memiliki kemampuan untuk menghadapi jangkauan yang lebih luas dan kecepatan daris egi waktu. Juga, bergerak secara luas dan simultan di mana dalam waktu bersamaan informasi yang disebarkan dapat diterima oleh banyak individu. Keempat, pesan yang disampaikan dapat diserap oleh siapa saja tanpa membedakan faktor demografi seperti jenis kelamin, usia, suku bangsa, dan bahkan tingkat pendidikan. Kelima, dalam penyampaian pesan media massa memakai peralatan teknis dan mekanis.
Melihat skema tersebut jelas terlihat bahwa masing-masing saluran komunikasi akan memberikan hasil dan dampak tersendiri. Namun, kecepatan menjangkau publik hanya bisa dilakukan oleh media massa. Sedangkan ketika perusahaan yang terlibat dalam krisis, seperti kasus Johnson & Johnson, memerlukan kecepatan untuk menginformasikan apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang telah perusahaan lakukan kepada publik yang lebih luas.
Contoh kasus bagaimana peranan Media Relations begitu penting terjadi pada perusahaan farmasi terkemuka Johnson & Johnson. Pada tahun 1982, perusahaan ini menguasai lebih dari 36 persen perdagangan obat pusing kepala di seluruh Amerika. Produk Tylenol merupakan produk unggulan dan telah menghabisakan dana kampanye produk hingga jutaan dolar. Namun, suatu ketika Tylenol terkontaminasi dengan racun sianida dan tragisnya tujuh orang mati setelah meminum obat tersebut di Chicago. Dalam waktu singkat, jajaran manajemen dan bagian public relations Johnson & Johnson melalukan serangkaian tindakan cepat: menghentikan produksi dan distribusi Tylenol, menarik produk dari pasar, meluncurkan kampanye masif yang memintta konsumen menukar Tylenol dengan produk yang lebih aman, hingga memanggil 50 karyawan bagian public relations untuk menjadi staf di pusat pemberitaan.
Meski langkah-langkah telah diambil untuk mengantisipasi tidak meluasnya efek berbahaya obat sakit kepala produksi mereka, namun ada satu kekhawatiran besar yang siap menghadang, yaitu bagaimana memulihkan kepercayaan publik untuk memakai produk-produk, khususnya Tylenol, yang dikeluarkan oleh Johnson & Johnson. Untuk mengantisipasi masalah ini pihak Johnson & Johnson akhirnya menggunakan jasa agen public relations Burson-Masteller. Johnson & Johnson pun melakukan kampanye media dengan memanfaatkan penghargaan media atas sikap terbuka perusahaan selama menangani krisis, mengundang lebih dari 600 jurnalis dari 30 kota besar untuk menghadiri telekonferensi video, mengirimkan 7.500 media kit ke kantor-kantor berita sebelum telekonferensi, melatih jajaran eksekutif perusahaan agar dapat tampil mengesankan dan berkomunikasi yang baik ketika berhadapan dengan wartawan, dan mendistribusikan 80 juta kupon gratis yang dapat ditukarkan dengan produk Tylenol yang baru.
Rangkaian kegiatan tersebut menghabiskan dana dan melibatkan para pekerja yang tidak sedikit. Lalu, apa hasilnya? Langkah yang dilakukan Johnson & Johnson mendapat liputan media yang luas, mulai dari jaringan radio, koran, majalah, hingga televisi. Hanya dalam waktu satu tahun Johnson & Johnson berhasil kembali menguasa penjualan obat pusing kepala dan menarik kembali 80 persen pangsa pasa sebelumnya. Bahkan keuntungan mereka menjadi naik dari sebelumnya hanya sekitar $520 juta pertahun menjadi $670 juta per tahun.
Kasus yang menimpa Johnson & Johnson ini menegaskan bahwa media memiliki peran serta fungsi yang sangat penting bagi perusahaan. Pertama, fungsi media relations dapat meningkatkan citra perusahaan. Kedua, meningkatkan kepercayaan publik terhadap produk dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Ketiga, meningkatkan point of selling dari produk dan jasa. Keempat, membantu perusahaan keluar dari komunikasi krisis. Kelima, meningkatkan relasi dari beragam publik, seperti terhadap lembaga pemerintahan, perusahaan-perusahaan, organisasi kemasyarakatan, maupun individu.
Fungsi-fungsi inilah yang menempatkan media relations sebagai bagian dari aktifitas public relations. Bahkan John Vivian (2008, 344) memberikan perhatian khusus pada posisi media relations. Bahwa public relations memiliki tiga tanggung jawab fungsional;
1. Relasi Eksternal. Komunikasi yang dijalin dengan kelompok orang-orang di luar perusahaan, konsumen, dealer, supplier, tokoh masyarakat, orang-orang pemerintahan.
2. Relasi Internal. Komunikasi yang dikembangkan untuk menjaga hubungan optimal antara karyawan, manajer, serikat pekerja, pemegang saham, dan kelompok internal lainnya.
3. Relasi Media. Komunikasi yang dilakukan perusahaan dengan media massa.

--------------------------------------
Summary
Media Relations adalah relasi yang dibangun dan dikembangkan dengan media untuk menjangkau publik guna meningkatkan pencitraan, kepercayaan, dan tercapainya tujuan-tujuan individu maupun organisasi/perusahaan. Fungsi media relations adalah meningkatkan citra perusahaan, meningkatkan kepercayaan publik, meningkatkan point of selling, membantu perusahaan keluar dari komunikasi krisis, dan meningkatkan relasi dari beragam publik.
Questions
Bagaimana peran media relations dalam aktifitas public relations?
Apa kelebihan komunikasi dengan saluran media massa dibandingkan dengan saluran-saluran lainnya?
Sebutkan kelebihan/keuntunggan menjalankan media relations?
Jelaskan fungsi media relations dalam rangka mengatasi komunikasi krisis?
Apakah dalam organisasi public relations perlu dibentuk bagian khusus yang menangani relasi media?
Further Reading
Chatra, Emeraldy dan Nasrullah, Rulli, Public Relations Strategi Kehumasan dalam Menghadapi Krisis, Bandung: Maximalis, 2008
Cangara, Hafied, Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2003
Baran, Stanley J., Introduction to Mass Communication, Media Literacy and Culture, New York: McGraw-Hill, 2004
Iriantara, Yosal, Media Relations; Konsep, Pendekatan, dan Praktik, Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2005
Lesly, Philip, Lesly’s Handbook of Public Relations and Communication, Chicago, Ill.: Probus Publishing Company, 1991
Vivian, John, Teori Komunikasi Massa, Jakarta: Kencana, 2008

http://www.menulisyuk.com/component/content/article/26-artikel/248-media-relation-dalam-Hubungan masyarakat
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Ada usul agar artikel atau bagian dari halaman Pekerjaan Humas digabungkan ke halaman atau bagian ini. (diskusikan)

Hubungan masyarakat, atau sering disingkat humas (bahasa Inggris: public relation) adalah seni menciptakan pengertian publik yang lebih baik sehingga dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap suatu individu/ organisasi [1].
Sebagai sebuah profesi seorang Humas bertanggung jawab untuk memberikan informasi, mendidik, meyakinkan, meraih simpati, dan membangkitkan ketertarikan masyarakat akan sesuatu atau membuat masyarakat mengerti dan menerima sebuah situasi [2].
Seorang humas selanjutnya diharapkan untuk membuat program-program dalam mengambil tindakan secara sengaja dan terencana dalam upaya-upayanya mempertahankan, menciptakan, dan memelihara pengertian bersama antara organisasi dan masyarakatnya.
Daftar isi
[sembunyikan]
• 1 Sejarah Humas
o 1.1 Di dunia
o 1.2 Di Indonesia
• 2 Pekerjaan seorang humas
• 3 Referensi

[sunting] Sejarah Humas
[sunting] Di dunia
Konsep dasar Humas diperkenalkan pada tahun 1906 oleh Ivy Lee saat ia berhasil menjembatani konflik buruh batubara dan pengusaha. Konsep ini lalu dikenal sebagai Declaration of Principle (Deklarasi Azas-Azas Dasar) yaitu prinsip yang terbuka dan tidak menyembunyikan data dan fakta.
[sunting] Di Indonesia
Humas di Indonesia dikenal pada tahun 1950an dimana humas bertugas untuk menjelaskan peran dan fungsi-fungsi setiap kementrian, jawatan, lembaga, badan, dan lain sebagainya.
[sunting] Pekerjaan seorang humas
Artikel utama: Pekerjaan Humas
Pada umumnya kesan yang jelek datang dari ketidak-pedulian, prasangka buruk, sikap melawan, dan apatis. Seorang petugas humas harus mampu untuk mengubah hal-hal ini menjadi pengetahuan dan pengertian, penerimaan dan ketertarikan.
Bagian penting dari pekerjaan petugas Humas dalam suatu organisasi adalah :
• Membuat kesan (image)
• Pengetahuan dan pengertian
• Menciptakan ketertarikan
• Penerimaan
• Simpati
Humas adalah kegiatan komunikasi dalam organisasi yang berlangsung dua arah dan timbal balik. Posisi Humas merupakan penunjang tercapainya tujuan yang ditetapkan oleh suatu manajemen organisasi. Sasaranhumas adalah publik internal dan eksternal, dimana secara operasional humas bertugas membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publiknya dan mencegah timbulnya rintangan psikologis yang mungkin terjadi diantara keduanya.
Contoh dari kegiatan-kegiatan Humas adalah: melobi, berbicara di depan publik, menyelenggarakan acara, dan membuat pernyataan tertulis.
[sunting] Referensi
1. ^ Howard Bonham, Red Cross
2. ^ (en) Philip Henslowe, Public Relations- A Practical Guide To The Basics. Crest Publishing House 2003. ISBN 81-242-0302-4.
pr.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Hubungan_masyarakat
Keterkaitan “Marketing PR” dengan Hubungan Masyarakat
Keterkaitan “Marketing PR” dengan Hubungan Masyarakat
Pembahasan mengenai marketing PR telah mengungkapkan adanya suatu perkembangan dalam kerangka public relations (Hubungan Masyarakat) pada tahun-tahun terakhir ini. Di dalam kegiatannya sebagai suatu unit dalam perusahaan, terdapat beberapa persamaan antara MPR dengan unit humas dalam suatu lembaga yang disebut dengan CPR.
Pakar manajemen Philip Kotler mengemukakan perlunya unsur public relations dalam kegiatan marketing. Gagasan marketing mix yang diperkenalkan Kotler sudah tidak asing lagi di dunia marketing dan manajemen secara umum. Gagasan ini terdiri dari unsur 4-P, yang kemudian setelah melihat perkembangan marketing dalam rangka gejolak persaingan di berbagai negara di dunia, dia menambahkan gagasannya itu dengan dua unsur lagi, yaitu power dan PR sehingga menjadi 6-P, dan dikenal dengan Mega marketing.
Dimasukkannya unsur PR ke dalam kerangka gagasan memperlihatkan perlu adanya daya pendorong dalam setiap kegiatan pemasaran. Kotler sejak semula telah membahas peranan dalam kerangka marketing. Hal ini menunjukkan bahwa faktor hubungan masyarakat turut memainkan peranan penting dalam kegiatan pemasaran.
Melalui teori Thomas L. Harris dengan gagasan marketing PR, bertambah jelaslah posisi kehumasan dalam kegiatan marketing. Dengan munculnya MPR membuat para pelaku marketing menyadari akan arti penting dukungan komunikasi, yang menjadi unsur pokok dalam kegiatan hubungan masyarakat. Atau dalam arti kata lain, komunikasi dan informasi diperlukan untuk berhubungan dengan publik atau dalam pengertian marketing, yaitu konsumen. Konsumen tidak lagi dapat dipengaruhi hanya dengan periklanan atau kegiatan promosi. Dalam hal ini diperlukan sesuatu yang dapat “mendorong dan menarik” dalam setiap kegiatan marketing.
Dalam gagasan MPR-nya itu, Harris telah membagi bidang-bidang kegiatan MPR, CPR, dan juga kegiatan marketing sendiri, sekalipun nampaknya dalam kegiatan MPR dan CPR, ada beberapa bidang yang “tumpang tindih”, misalnya dalam kegiatan hubungan media dan publikasi. Tetapi hal ini memberikan petunjuk betapa diperlukannya keterampilan dalam bidang media, yang dimiliki oleh mitra kerja Humas, yaitu wartawan.
Gagasan ini memberikan petunjuk agar praktisi MPR harus mahir dengan cara dan gaya penulisan, yang sebelumnya sudah dimiliki dan merupakan keharusan bagi praktisi humas. Pembahasan ini memberikan ungkapan bahwa dalam suatu perusahaan, di mana juga terdapat MPR di samping CPR, diperlukan penelaahan dan pembagian tugas yang dapat dibahas bersama dengan pimpinan perusahaan guna menghindarkan kesimpangsiuran dan pembagian tugas yang positif yang diperlukan oleh suatu perusahaan.


BUDAYA KORPORAT DAN PROFESIONALISME DALAM KAITAN DENGAN MANAJEMEN HUBUNGAN MASYARAKAT
Budaya Korporat dalam Kaitannya dengan Manajemen Hubungan Masyarakat
Budaya korporat berkaitan erat dengan perkembangan suatu perusahaan, dan sudah merupakan sesuatu yang harus diwujudkan oleh para eksekutif atau CEO. Dalam kaitan ini hubungan masyarakat berperan untuk membantu pimpinan perusahaan, bukan hanya untuk merumuskannya tetapi juga untuk memasyarakatkannya, baik untuk publik internal maupun publik eksternal.
Sebagai contoh, uraian yang dipetik dari buku corporate culture menghadapkan kita pada permasalahan budaya korporat, yang pernah suatu ketika dianggap tidak menunjang keberadaan perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat, jika dibandingkan dengan di Jepang. Keadaan di Jepang dianggap mantap dan dipahami serta memperoleh dukungan dari masyarakatnya. Hal inilah yang menjadikan perusahaan-perusahaan di negara Matahari Terbit itu dapat bertahan kokoh dalam melaksanakan kegiatannya.
Apa saja yang menjadi dasar dari budaya korporat? Upaya apa yang dapat dilakukan untuk menyampaikannya pada khalayak, serta dalam hal ini apa peranan hubungan masyarakat sebagai suatu unit yang memiliki berbagai cara dalam jalur komunikasi? Dalam modul ini dikutip pendapat beberapa pakar yang pada pokoknya mengemukakan budaya korporat itu adalah seperangkat nilai, norma serta kepercayaan yang disepakati dan diyakini segenap karyawan suatu perusahaan, dan yang dapat direfleksikan di dalam perilaku serta kebijakan-kebijakan perusahaan. Budaya korporat ini ditegaskan akan dapat membentuk karakter dan identitas perusahaan, serta menjadi sarana untuk membedakannya dengan perusahaan lain.
Suatu contoh klasik adalah mengenai usaha untuk menggoyahkan kepercayaan masyarakat di negara Paman Sam mengenai perusahaan Coca Cola, yang dipermasalahkan dan hal ini diprakarsai oleh perusahaan saingannya, Pepsi Cola. Tetapi upaya ini tidak berhasil dan tetap menempatkan kepercayaan masyarakat pada Coca Cola. Semuanya ini dikarenakan identitas perusahaan yang dimiliki Cola Cola sudah terbina dengan kuat, berkat budaya korporat dari Coca Cola yang tidak dapat lagi digoyahkan.
Suatu gambaran lain dari perlunya diciptakan budaya korporat dari suatu perusahaan tidak lagi hanya berpegang pada kendali keluarga semata-mata atau dengan istilah lain yang disebut dengan run by the family, namun tiba saatnya diperlukan tenaga yang profesional untuk mengendalikan roda perusahaan. Hal ini dikarenakan bisnis semakin besar, dan hal ini memerlukan pemikiran lain demi kelanjutan perusahaan, dan disadari betapa perlunya profesionalisme, misalnya dalam hal penempatan seseorang pada jabatan yang tepat, dan sebagainya.
Dengan uraian ini jelas bagi Anda apa yang dimaksudkan dengan citra perusahaan sebagaimana dikemukakan oleh pakar Frank Jefkins. Semua ini bersumber pada pengetahuan dan pengalaman orang. Dalam hal inilah hubungan masyarakat berperan, dan praktisinya harus dapat memahami corak bisnis yang diemban oleh perusahaannya. Dalam kaitan ini Jefkins memberikan beberapa contoh mengenai mengapa budaya korporat diperlukan oleh sebuah perusahaan.
Dalam hubungan ini, diambil dua kasus yang pernah terjadi di tanah air kita, yaitu mengenai penggantian nama dan logo perusahaan penerbangan Garuda, dan Bank Negara Indonesia (BNI 46). Dari uraian ini dapatlah Anda pahami arti penting identitas dan citra perusahaan, yang terkait di dalam budaya korporat.

Profesionalisme Hubungan Masyarakat, Problematika dan Masa Depannya
Uraian mengenai profesionalisme hubungan masyarakat dapat memberikan jawaban atas masih adanya keraguan apakah hubungan masyarakat itu suatu disiplin ilmu yang dapat dipertanggungjawabkan. Uraian ini akan dapat mengikis semua keraguan yang timbul mengenai hubungan masyarakat sebagai suatu profesi yang profesional. Jelaslah, bahwa profesi ini, selain dari dasar ilmu yang diembannya, juga berkembang dari semua upaya yang ada kaitannya dengan kegiatan para praktisinya dalam melakukan tugasnya.
Profesionalisme Hubungan Masyarakat sudah tercermin ketika kita membahas kode etik profesinya pada modul-modul pertama dari rangkaian buku materi pokok ini. Dalam hal ini, mari kita merujuk kembali pada pendapat sarjana Talcott Parsons mengenai dasar suatu profesi yang berisikan empat kriteria pokok guna menegaskan bahwa suatu bidang ilmu adalah sebuah profesi. Kita dapat mengambil contoh bidang jurnalistik atau kedokteran.
Sama halnya dengan jurnalistik, hubungan masyarakat tidak didukung oleh semacam brevet, sebagaimana halnya dengan profesi kedokteran, yang mengharuskan seorang dokter bersumpah demi profesinya itu. Jadi tanggung jawab itu terletak di pundak para praktisinya guna melaksanakan tugasnya.
Kriteria yang dikemukan Talcott Parsons menyebutkan: pertama, harus ada latihan formal bagi para anggotanya. Hal ini tidak perlu disangsikan dari pelajaran atau latihan yang diperoleh oleh para mahasiswa (praktisi) ketika sedang mengikuti perkuliahan maupun pelatihan dalam mata pelajaran hubungan masyarakat. Kedua, harus ada keterampilan khas bagi para praktisinya. Dalam kriteria ini jelas adanya berbagai latihan yang dapat diserap atau dipahami oleh para mahasiswa (praktisi), baik mengenai teori maupun praktek. Ketiga, harus ada lembaga praktek. Hal ini pun jelas dapat dibuktikan karena praktek hubungan masyarakat pada prinsipnya harus ada pelembagaan, jadi tidak ada bedanya dengan profesi-profesi lainnya. Profesi ini, baik sebagai unit di dalam organisasi atau perusahaan, maupun sebagai perusahaan konsultan, harus dilengkapi dengan sarana penunjangnya. Ini merupakan prasyarat agar praktek hubungan masyarakat dapat bekerja dengan baik dan efisien. Keempat, harus ada kaidah-kaidah perilaku atau kode etik yang akan “mengikat” para praktisi dengan berbagai ketentuan yang merupakan disiplin, pedoman, yang juga disebut sebagai “polisi hati nurani” para praktisi dalam menjalankan tugasnya.
Keempat kriteria ini dapat memperjelas arti profesionalisme hubungan masyarakat sebagai suatu disiplin ilmu. Tidak perlu lagi diragukan keabsahannya sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan, yang melaksanakan atau mengemban semua bentuk teori dan praktek yang sebagian besar berasal dari jalur ilmu komunikasi, sebagai salah satu sumbernya, maupun dari disiplin-disiplin ilmu sosial lainnya, misalnya sosiologi, administrasi, dan manajemen.
Keempat kriteria ini dapat lebih dipertegas dengan memberikan jawaban atas empat pertanyaan mengenai profesi kehumasan. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini akan memberikan pengertian mengenai hubungan masyarakat sebagai suatu profesi.
Dari apa yang dikemukakan di atas, ada baiknya jika kita menggarisbawahi pendapat Dr. Jon White dan Laura Mazur, agar para praktisi hubungan masyarakat mengembangkan kualifikasi dan ilmu pengetahuan mereka agar peranan mereka nantinya (di masa depan) tidak diambil alih atau digantikan oleh tenaga-tenaga lain, misalnya dari studi-studi manajemen, pemasaran, atau hukum.
Semua ini dapat saja terjadi karena pola dasar pendidikan atau pelatihan ketiga studi ini dapat dikatakan tumpang tindih dengan studi hubungan masyarakat. Maka hal ini merupakan suatu warning atau peringatan bagi para praktisi hubungan masyarakat agar tidak berpuas diri dengan apa yang mereka peroleh, tetapi harus giat dan menggali lebih dalam lagi di abad globalisasi ini. Para praktisi harus dapat menimba dan menambah ilmu pengetahuan mereka dan memperkayanya dengan bidang-bidang studi terkait yang semakin canggih dewasa ini, yang menantang setiap insan ilmuwan, misalnya mengenai perkembangan komunikasi dengan kemajuan teknologi informasi yang demikian pesat antara lain di bidang komputer, internet, dan lainnya. Semua ini tidak terlepas dari kegiatan hubungan masyarakat. Inilah antara lain tantangan yang dihadapi oleh para praktisi hubungan masyarakat dalam upaya meningkatkan dan memelihara profesionalisme hubungan masyarakat.
Rangkuman ini merupakan penutup dari studi kita mengenai kode etik, terutama yang berkaitan dengan hubungan masyarakat. Studi ini sebagaimana Anda maklumi, juga menyinggung beberapa kode etik yang ada kaitannya dengan ilmu komunikasi secara umum, yaitu jurnalistik, periklanan, radio, televisi, dan perfilman. Diharapkan wawasan Anda akan bertambah dengan semua uraian ini!
http://ardie182.blogspot.com/2009/10/keterkaitan-marketing-pr-dengan.html
Pengertian Public Relation (PR
• View
• clicks
Posted November 26th, 2008 by chemodz
• Elektronika Komunikasi
Public Relation (PR) atau kadang disebut dengan istilah Hubungan Masyarakat (humas) memiliki posisi yang sangat penting dalam sebuah organisasi, terutama bila organisasi tersebut sering berinteraksi dengan masyarakat luas. PR sangat menentukan perwajahan organisasi tersebut di mata masyarakat luas. Hal tersebut disebabkan karena PR-lah yang merupakan salah satu front liner penting dalam berkomunikasi dengan masyarakat. PR menentukan kesan positif sebuah organisasi di mata masyarakat. Dan hubungan dengan masyarakat akan menentukan bagaimana organisasi tersebut bersosialisasi di tengah-tengah masyarakat. Dengan kata lain, PR juga berperan dalam membangun hubungan, khususnya hubungan komunikasi, antara organisasi dengan masyarakat luas. Untuk itu, di dalam sebuah PR sangat penting untuk bisa mengelola manajemen komunikasi.
Aktivitas public relations sehari-hari adalah menyelenggarakan komunikasi timbal balik ( two way trafic communications ) antara lembaga dengan pihak publik yang bertujuan untuk menciptakan saling pengertian dan dukungan bagi tercapainya suatu tujuan tertentu, kebijakan, kegiatan produksi, dsb, demi kemajuan lembaga atau citra positif lembaga bersangkutan. Jadi, kegiatan public relations tersebut sangat erat kaitannya dengan pembentukan opini publik dan perubahan sikap dari masyarakat.
Dari segi inilah, Rohis mengejawantahkan misi al 'amru wa nahyul munkar-nya. Hal tersebut sekaligus menjadi landasan Rohis untuk -sebagaimana fungsi humas umumnya- menunjukkan kekuatannya ( power of opinion ) dalam membentuk opini publik atau kita sebut dakwah.
Etika Humas: Konsepsi dan Realitas
Para sarjana Humas dari Barat mendefinisikan etika menurut ilmu filsafat Barat. Misalnya, Hazel Bernes (1971) mendefinisikan etika sebagai satu cabang ilmu filsafat yang membantu menentukan apakah tingkah laku yang baik dan patut. Definisi yang hampir sama diberikan oleh Ewing (1965), Fletcher (1968), dan Mabbott (1969).
Dalam Islam, istilah yang digunakan untuk etika ialah akhlak. Menurut Encylopedia of Islam (1979), ilmu akhlak Islam telah mencapai taraf kematangannya pada abad kesebelas masehi. Perkataan akhlak berasal dari perkataan “khuluk” yang terdapat dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya engkau (ya Muhammad) mempunyai pekerti yang luhur”(Q.S 68:4).
Pakar akhlak Islam Ibn Sadr Al-Din al-Shirwani (1962) mendefinisikan ilmu akhlak sebagai “ilmu yang menerangkan sifat-sifat kebaikan dan cara-cara mencapainya, juga sifat-sifat keburukan dan cara-cara menjaga diri agar tidak melakukan yang buruk itu.”
Definisi yang sama juga diberikan oleh Imam Al-Ghazali, fungsi etika adalah untuk memberikan kepada para praktisi Humas beberapa prinsip atau ukuran yang baku untuk menentukan bagaimana tingkah laku yang baik dan apa yang buruk. Juga apa tingkah laku yang bertanggung jawab dan apa pula tingkah laku yang dapat dikategorikan tidak bertanggung jawab.
Secara sepintas, tidak terdapat perbedaan antara etika Barat dan etika (akhlak) Islam, karena keduanya menentukan batasan antara baik dan buruk, benar dan salah. Tetapi, jika diteliti secara mendalam, di antara keduanya terdapat perbedaan yang mencolok. Perbedaannya ialah, etika barat bertitik tolak dari akal pikiran manusia, yaitu akal pikiran para ahli filsafat. Sedangkan etika Islam bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist Rasulullah saw. Etika Barat didasarkan pada pandangan para ahli filsafat Barat tentang perbuatan baik dan buruk, yang menitikberatkan pada perbedaan satu orang dengan lainnya. Sedangkan etika Islam berlandaskan pada iman dan taqwa kepada Allah SWT.
• http://one.indoskripsi.com/node/6498
Public Relation (Hubungan Masyarakat) adalah seni menciptakan pengertian publik yang lebih baik sehingga dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap suatu individu/organisasi. Public relation (humas) bertanggung jawab untuk memberikan informasi, mendidik, meyakinkan, meraih simpati, dan membangkitkan ketertarikan masyarakat akan sesuatu atau membuat masyarakat mengerti dan menerima sebuah situasi.
PR adalah ahli komunikasi yang dapat membawa perusahaan/industri/organisasi/tokoh menjadi populer, berkembang pesat, solid, dan mendapat dukungan. Secara Internal perusahaan menjadi pusat informasi perusahaan/industri/organisasi sehingga mampu mendinamisasi, motivator dan menciptakan iklim organisasi yang kondusif sesuai dengan tuntutan zaman. Sedangkan secara eksternal menjadi manager komunikasi dari pimpinan/perusahaan dalam menghadapi pers dan masyarakat.
Seorang PR diharapkan untuk membuat program-program dalam mengambil tindakan dan terencana dalam upaya-upayanya mempertahankan, menciptakan, dan memelihara pengertian bersama antara organisasi dan masyarakat.
• http://fikom.indonusa.ac.id/index.php/program-studi/humas
MEDIA RELATIONS
Oleh : Akh. Muwafik Saleh, S.Sos.,M.Si
MEDIA RELATIONS
1. Hubungan media merupakan sebagai alat, pendukung atau media kerja sama untuk kepentingan proses publikasi dan publisitas berbagai kegiatan program kerja atau untuk kelancaran aktivitas komunikasi PR dengan pihak publik.
2. Berfungsi menyampaikan pesan kepada publiknya juga untuk membangun & meningkatkan citra melalui berbagai jenis media.
3. Peranan hubungan media (media relations) dalam kehumasan adalah sebagai saluran (Channel) dalam penyampaian pesan dalam upaya peningkatan pengenalan (awareness), informasi dan pemberiataan dari pihak publikasi humas.
4. Karena fungsi pers / media adalah sebagai kekuatan pembentuk opini (power of opinion) yang sangat efektif.
5. Kerja sama dengan pers/ media akan menghasilkan frekuensi publisitas yang cukup tinggi. Dampak pemberitaan bersifat : efek keserempakan (stimultaneity effect), efek dramatisir, efek publisitas tinggi, waktu relatif singkat, pembentukan opini, khalayak yang sangat luas dalam waktu yang bersamaan.
MEMBINA HUBUNGAN MEDIA /PERS (MEDIA/PERS RELATIONS)
1. Adalah suatu kegiatan untuk mencapai publikasi atau penyiaran berta semaksimal mungkin, sedangkan informasi yang disebarkan melalui PR adalah menciptakan pengenalan dan pengertian (Frank Jepkins, 1992)
2. Adalah suatu kegiatan khusus dari pihak PR untuk melakukan komunikasi penyampaian pesan, atau informasi tertentu mengenai aktivitas yang bersifat kelembagaan, perusahaan/institusi, produk dan hingga kegiatan bersifat individual lainnya yang perlu dipublikasikan melalui kerjasama dengan pihak pers/media massa untuk menciptakan publisitas dan citra positif” (Rosadi Ruslan)
BENTUK HUBUNGAN MEDIA & PERS, MENURUT FRANK JEFKINS (1992)
1. KONTAK PRIBADI (personal contact)
pelaksanaan hubungan media tergantung pada apa & bagaimana kontak pribadi dg kedua belah pihak dalam menjalin hubungan informal.

2. PELAYANAN INFORMASI/BERITA (News Service)
pemberian informasi, publikasi & berita baik tertulis maupun cetak (press release, news letter,photo press), maupun terekam (video release, cassets recorder, slide film).

3. ANTISIPASI KEMUNGKINAN DARURAT (Contingency Plan)
antisipasi permintaan mendadak dari pihak pers untuk wawancara, konfirmasi dsb. Shg PRO harus siap melayaninya.
BENTUK KERJA SAMA DENGAN PERS
A. KONTAK FORMAL :
yaitu kegiatan, event-event (acara) tertentu yang sengaja dirancang oleh pihak humas. antara lain :
1. KONFERENSI PERS (Press Conference)
yaitu : pertemuan (kontak) khusus dengan pihak pers yg bersifat resmi/sengaja diselenggarakan oleh pejabat humas yang bertindak sbg nara se\umber dalam upaya menjelaskan suatu rencana/ permasalahan ttt yg sedang dihadapi. biasanya jumpa pers ini ditutup dengan makan bersama.

2. WISATA PERS (Press Tour)
sejumlah wartawan yang sudah dikenal baik dg humas diajak wisata kunjungan kesuatu event khusus/ keluar kota bersama dg pejabat instansi untuk meliput secara langsung mengenai kegiatan tertentu. Mis : pembukaan pabrik, kejadian/ peristiwa yang menimpa perusahaan tsb.

3. RESEPSI PERS (Press Reception) dan PRESS GATHERING
berupa jamuan pers/wartawan yang bersifat sosial, menghadiri acara resepsi / seremonial tertentu baik formal / informal. Ada juga melalui event-event olahraga bersama, kumpul bersama dalam acara ulang tahun perusahaan atau acara keagamaan misalnya buka bersama, tahun baru dl antara pihak humas,eksekutif dg pihak pers diluar tugas fungsionalnya masing-masing, namun terkadang humas dapat menyisipkan pemberian keterangan pers.

4. TAKLIMAT PERS (Press Breifing)
jumpat pers resmi yang diselenggarakan secara periodik. Biasanya pada awal/akhir bulan / tahun oleh humas / pimpinan lembaga. Pertemuan ini diadakan mirip diskusi/ berdialog, saling memberi masukan/ informasi cukup penting bagi kedua belah pihak. Dan pihak pers diberi kesempatan seluas-luasnya mengenai informasi yang kemudian diharapkan wartawa mempunyai pegetahuan lebih baik. Mislanya : tentang akan diterbitkannya UU/peraturan atau kebijakan baru.
B. KONTAK INFORMAL :
1. KETERANGAN PERS (Press Statement)
bisa dilakuakn kapan dan dimana saja tanpa ada undangan resmi, mungkin pemberitahuannya cukup melalui telpon.hal ini banyak dilakukan oleh para politisi, budayawan dsb untuk menjelaskan / memberikan argumentasi terntentu.
2. WAWANCARA PERS (Press Interview)
inisiatif biasanya dari pihak pers setelah melalui perjanjian / konfirmasi dengan hara sumber.
PRINSIP BERHUBUNGAN DENGAN PERS (GOOD PRES RELATIONSHIP)
1. Sikap terus terang,jujur terbuka, ramah, tegas, profesional.
2. Memberikan pelayanan terbaik kepada media & tidak menutup saluran informasi khususnya saat menghadapi masalah.
3. Jangan terlalu membanjiri berbagai publisitas yang tidak jelas tujuannya.
4. Tidak meminta-minta/mengemis kepada pers agar beritanyanya dibuat.
5. Saling memahami fungsi, kewajiban dan tugas profesinya dan memegang kode etik profesi masing-masing.
6. Saling mengenal baik, cukup akrab antara kedua belah pihak secara individual & fungsional namun tetap menjaga jarak demi kerahasiaan lembaga.
7. Kenalilah siapa Pimred,Wapimred, Redpel, redaktur halaman, para reporter setiap bidang liputan. (& salalu meng-up date- daftar nama).
8. Meminta kartu nama, biasanya setiap wartawan resmi/bertugas dilengkapi kartu PWI, kartu pers/nama.
9. Menerima kedatangan wartawan dalam rangka peliputan, konfirmasi berita, wawancara, tapa menujukkan ragu-ragu atau penuh kecurigaan.
10. Melayani dengan baik bila ada permintaan interview /wawancara dari pihak pers termasuk jika mendadak dg catatan segala sesuatunya dipersiapkan terlebih dahulu dg memilah informasi yg pantas untuk dipublikasikan.
11. Kirimkan kartu ucapan selamat, baik kepada individu maupun lembaga (penerbit) yang sdg ulang tahun, menghadapi lebaran, Tahun baru dsb. Sbg tanda penuh perhatian untuk membangun hubg Baik
12. Pemberian iklan goodwill, yaitu iklan secara insidentil diluar iklan promosi/komersil (mis : iklan layanan masyarakat) yang dikerjasamakan dengan media tsb. Atau kerja sama lainnya spt : penanggulangan bencana alam, pelestarian & kepedulian alam atau tema sosial lainnya untuk menari simpati berbagai pihak.
13. Membentuk proyek publikasi/promosi bersama dengan pihak media melalui coverage (ulasan berita) / penulisan artikel/featuris (advetorial) tentang suatu produk/jasa yg ingin dikampanyekan scr efektif melalui kerjasama antara Humas & pihak pers.
MEDIA PUBLIC RELATIONS
1. House journal (Internal : In house Journal; media internal yang berfungsi sebagai media komunikasi, informasi, pendidikan, hiburan, media pengetahuan – Eksternal : Eksternal House Journal, yang berfungsi sebagai media promosi dan pembangun citra).
2. Printed Material (berbentuk : brosur, leaflet, booklet, kop surat, kartu ucapan selamat/suplemen, kalender)
3. Media Pertemuan (Event) ; media pertemuan langsung (face to face), misal : presentasi, diskusi panel, seminar, pameran.
4. Broadcating Media & Internet ; publikasi PR yang disiarkan melalui siaran TV/Radio, media elektronik, internet.
5. Media sarana Humas (misalnya penampilan identitas perusahaan /coporate identity yang merupakan simbol perusahaan, nama perusahaan, logo, warna standar perusahaan & kemasan produk, citra lobby kantor / font office lobby image, pakaian seragam /uniform, model huruf atau logo perusahaan yang menjadi pembeda dengan yang lainnya.
6. Media Personal (pertemuan langsung melalui pendekatan personal seperti lobi dan negosiasi untuk mencapai kata sepakat (win-win solutions).
HOUSE JOURNAL & PR WRITING, Frank Jefkins (1988), lima macam House Journal :
1. THE SALES BULLETIN : media komunikasi reguler antara manajer penjualan dg salesmen.
2. THE NEWSLETTER : siaran berita singkat tentang perusahaan/lembaga.
3. THE MAGAZINE : majalah yang berisi tulisan feature, artikel & gambar-gambar.
4. THE TABLOID NEWSPAPER : mirip surat kabar populer & berisikan berita-berita pkok, artikel populer pendek.
5. THE WALL NEWSPAPER : media komunikasi internal antara karyawan dengan perusahaan.
Bentuk house journal lain :
Media elektronik yang mulai berkembang tahun 1980-an biasanya melalui saluran media (electronic channel media) :
1. VIDEO CASSETS : rekaman video/film dokumentasi yang didistribusikan untuk dipasang di TV monitr di temapt strategis & mudah dilihat oleh khalayak. Misalnya tentang profil perusahaan maupun produk.
2. AUDIO CASSET TAPE : informasi/berita yang direkam menggunakan pita rekaman yang berisikan pidato, instruksi, pesan dan didistribusikan pada karyawan, pelanggan / relasi bisnis. Dapat terlihat dalam MLM.
3. VIEWDATA HOUSE JOURNAL :
media surat kabar elektronik dg menggunakan saluran televisi/komputer, misal : internet, email dsb
PR WRITING, ANTARA LAIN :
Naskah / script, release (siaran), journal magazine (majalah internal), laporan (report), Annual Report (laporan keuangan tahunan), prospektus (Publikasi Prospek Usaha Komersial), Company profile & company product (profil perusahaan dan produk dalam bentuk majalah), advertorial (naskah tulisan promosi dalam bentuk artikel sponsor), Corporate Profile and Editorial (pariwara dan suplemen sisipan, brosur, leaflet dan katalog)
Public Relations

LINGKUP PUBLIC RELATIONS
Lingkup Public Relations dibagi 2 yaitu :
I. Internal Public Relations
II. EKsternal Public Relations
I. INTERNAL PUBLIC RELATIONS (HUBUNGAN PUBLIK INTERNAL)
Yang termasuk public internal adalah khalayak/public yang menjadi bagian dari kegiatan usaha pada suatu organisasi atau instansi itu sendiri. Dalam dunia bisnis PR, Publik Internal ini disesuaikan dengan bentuk daripada organisasi yang bersangkutan apakah organisasi tersebut berbentuk suatu perusahaan dagang, instansi pemerintah ataupun lembaga pendidikan. Jadi tergantung dari jenis, sifat atau karakter dari organisasinya. Jdi public yang termasuk ke dalamnya pun menyesuaikan diri dengan bentuk dari organisasinya dan umumnya khalayak atau public tersebut adalah yang menjadi bagian dari kegiatan usaha dari badan/instansi/perusahaan itu sendiri.
1.1. Publik Internal Dan Bentuk Hubungan Internal Perusahaan
a. Publik Internal dari perusahaan :
1. Publik Pegawai (employee public)
2. Publik Manajer (manager public)
3. Publik Pemegang Saham (stockholder public)
4. Publik Buruh (labour public)
Khusus untuk Pemagang saham, dalam beberapa buku PR umumnya termasuk ke dalam Public Internal, tetapi sesuai dengan perkembangan di mana banyak perushaan yang Go Public, Publik para pemegang saham ini dapat pula dimasukkan ke dalam Publik Eksternal.
b. Bentuk Hubungan dalam Perusahaan
Dengan adanya public internal dalam lingkup kegiatan PR tersebut memberikan konsekuensi pada berbagai hubungan bagi masing-masing public internal. Sifat hubungannya disebut hubungan internal (Internal Relations). Beberapa bentuk hubungan internal dalam perusahaan :
1. Employee Relations (hubungan dengan para pekerja/para karyawan).
2. Stockholder Relations (hubungan dengan para pemegang saham)
3. Labour Relations (hubungan dengan pada buruh)
4. Manager Relations (hubungan dengan para manajer)
1.1.1. Employee Relations (Hubungan dengan Para Pegawai)
Kegiatan public relations untuk memelihara hubungan, khususnya antara manajemen dengan para karyawannya. Hubungan ini dalam rangka kepengawaian secara formal. Employee public/public pegawai adalah salah satu internal public yang dijadikan salah satu sasaran dari kegiatan PR di dalam usaha untuk mencapai tujuan organisasi. Mereka merupapakan suatu potensi yang sangat berarti dalam organisasi, potensi mana yang dapat dikembangkan lebih baik dari sebelumnya. Seorag PRO haruslah berkomunikasi secara langsung dengan karyawan, ia harus senantiasa mengadakan kontak pribadi (personal contact), misalnya dengan bercakap-cakap dengan mereka sehingga dapat mengetahui kesulitan, keinginan, harapan, dan perasaanya. Onong Uchyana Effendi menyatakan bahwa kegiatan untuk menciptakan hubungan baik dengan para pegawai dapat dilakukan melalui :
- Upah yang cukup
- Perlakuan yang adil
- Ketenengan kerja
- Perasaan diakui
- Penghargaan atas hasil kerja
- Penyaluran perasaan
Menurut Kustadi Suhandang, membina hubungan baik dengan para karyawan dapat dilakukan melalui kegiatan :
- Pemberian pengumuman-pengumuman
- Buku Pegangan Pegawai
- Personal Calls- Pertemuan Berkala
- Kotak Suara (kotak Saran)
- Hiburan dan Darmawisata
- Olah Raga
- Study Tour
- Training
- Hadiah-hadian dan Penghargaan
- Klinik dan Rumah Obat
- Tempat-tempat Ibadah
- Tempat-tempat Pendidikan
1.1.2. Manager Relations (Hubungan dengan para manajer)
Kegiatan public relations untuk memelihara hubungan baik dengan para manajer di lingkungan perusahaan. Manager adalah orang-orang yang dapat mengabdikan dirinya bagi kepentingan perusahaan melalui kemampuannya dalam mengelola perusahaan agar dapat menghasilkan keuntungan sesuai dengan tujuan perusahaan. Karena manajer merupakan orang-orang pilihan, maka baginya perlu dilakukan kegiatan khusus untuk diperlakukan sebagai orang yang dianggap penting. Dalam hal ini jika manager diperlakukan untuk dapat mampu membuat, menetapkan keputusan, sampai pada menyampaikan keputusan yang berkaitan dengan berbagai kebijakan manajemen di bidangnya bahkan mungkin di bidang umum. Ini berarti mereka mempunyai kontribusi terhadap berbagai kebijakan manejemen yang sangat menentukan maju mundurnya perusahaan. Untuk kondisi ini mereka merupakan orang-orang yang dituntut untuk dapat memikul tanggung jawab besar bagi perusahaan. Untuk konsekuensi ini, maka dapat dilakukan berbagai kegiatan untuk melakukan hubungan baik dengan para manajer, misalnya :
1. Memberlakukan adanya uang tunjangan jabatan
2. Uang Resiko Jabatan
3. Kegiatan coffee morning diantara para manajer dalam rangka membina hubungan dan bahkan memungkinkan adanya keluaran ide kebijakan bagi perusahaannya.
4. Koordinasi kerja antar bagian
5. Jika memungkinkan menyediakan alat transfortasi bagi kepentingan dinas
6. Rumah dinas, dsb.

1.1.3. Labour Relations (Hubungan dengan para buruh)
Kegiatan public relations dalam rangka memelihara hubungan antara pimpinan dengan serikat buruh dalam perusahaan dan turut menyelesaikan masalahmasalah yang timbul antara keduanya, disinilah letak peranan public relations dimana ia harus mengadakan tindakan-tindakan preventif mencegah timbulnya kesulitan-kesulitan. Dengan demikian PR berarti turut juga melancarkan hubungan yang harmonis antara kedua belah pihak. Misalnya :
- Menyelesaikan kasus tentang ada rasa permusuhan terhadap pimpinan dan sebagainya.
- Tuntutan kenaikan upah sampai terjadinya mogok kerja.
- Kasus PHK, Dll.
1.1.4. Stockholder Relations (Hubungan dengan para pemegang saham)
Kegiatan PR dalam rangka memelihara hubungan dengan para pemegang saham. Ini sangat penting sebab besar kecilnya modal menentukkan besar kecilnya perusahaan, sehingga hubungan dengan stockholder ini tidak boleh dikesampingkan oleh pihak perusahaan. Usaha membina hubungan dengan stockholder tidak lain adalah untuk tujuan memajukan perusahaan. Komunikasi dengan mereka dapat dilakukan misalnya dengan cara :
1. Menyatakan selamat kepada pemagang saham yang baru Komunikasi seperti ini akan menimbulkan kesan baik, di mana para pemegang sahammerasa dihargai dan dihormati dan mereka akan menganggap perusahaan kita adalah perusahaan yang bonafid.
2. Memberikan laporan
Laporan mengenai perkembangan perusahaan adalah merupakan kegiatan komunikasi yang berfungsi sebagai kegiatan yang harmonis, di mana ini juga menanamkan kepercayaan pemegang saham kepada perusahaan.
3. Mengirimkan majalah organisasi
Majalah organisasi merupakan medium yang baik untuk membina hubungan baik/harmonis dengan para pemegang saham, selain majalah intern juga tidak ada salahnya mereka dikirim majalah intern, sehingga mereka mengetahui atau dapat mengikuti perkembangan perusahaannya beserta segala kegiatannya.
4. Mengadakan pertemuan
Pertemuan secara face to face adalah bentuk komunikasi yang lain untuk membina hubungan yang harmonis, meningkatkan pengertian bersama, dan meningkatkan kepercayaan. Ini dapat dilakukan dengan cara menyelenggarakan pertemuan antara pimpinan organisasi dengan para pemegang saham sehingga akan menambah eratnya hubungan, dapat juga diadakan pertemuan lengkap dengan seluruh karyawan, misalnya :
- dalam acara hala bihalal
- peringatan ulang tahun perusahaan- Pertemuan memebicarakan masalah pembagian keuntungan, penjualan saham baru. Dsb.
1.2. Publik Internal Dan Bentuk Hubungan Internal Lembaga Pendidikan
a. Publik Internal Lembaga Pendidikan
1. Publik Pimpinan (Manager Public)
2. Publik Fakultas (Faculty Public)
3. Publik Staff (Staff Public/ Employee Public)
4. Publik Yayasan (Foundation Public)
5. Publik Dewan Komisaris/Pengaas atau Dewan Penyantun (Trustee Public)
6. Publik Dosen (Lecturer Public)
7. Publik Mahasiswa (Student Public), dst.
b. Bentuk Hubungan Internal dalam Lembaga Pendidikan
1. Manager Relations (Hubungan dengan public pimpinan)
2. Faculty Relations (Hubungan dengan Publik Fakultas)
3. Staff/Employee Relations (Hubungan dengan Publik Staff/Pegawai)
4. Foundation Relations (Hubungan dengan public Yayasan)
5. Trustee Relations (Hubungan dengan public Dewan Komisaris/Dewan Penyantun)
6. Lecturer Relations (Hubungan dengan Publik Dosen)7. Student Relations (Hubungan dengan public pelajar/mahasiswa).
• http://ww2.yuwie.com/blog/entry.asp?id=929448&eid=599198&t=Public%20Relations



Istilah Public Relation sebenarnya baru dikenal pada abad ke-20, namun gejalanya sudah tampak pada abad-abad sebelumnya bahkan pada sejak manusia masih primitive. Dimana unsur-unsur dasarnya adalah memberikan informasi, membujuk, dan mengintegrasikan kepada khalayak atau public sudah terjadi pada kehidupan masyarakat zaman dahulu, contohnya Cleopatra dengan keindahannya sebagai ratu menerapkan kegiatan Public Relations sewaktu menyambut Marc Anthony ditepi sungai Nil. Selain itu, pada zaman kejayaan Mesir kuno Public Relation dilaksanakan para pemimpin dan penguasanya malalui seni dan sastra dalam bentuk pyramid, Obelisk, Candi, Spink, atau patung-patung lainnya mengenai keagungan dan keindahan raja.

Suatu langkah maju kegiatan Public Relation terlihat pada abad pertengahan dimana timbul perserikatan-perserikatan dagang yang disebut Gilda yang merupakan suau organisasi dari orang- orang yang bermata-pencaharian sama dengan tujuan untuk membatasi persaingan dari dalam dan dari luar. Sejalan dengan itu, perkembangan public relation di dunia pun semakin cepat dan pesat yang dapat dibagi menjadi beberapa fase perkembangan antara lain, perkembangan demokrasi, revolusi industri, perkembangan Serikat-serikat Buruh dan public relation modern.

a. Perkembangan Demokrasi

Kegiatan-kegiatan Public Relation pada abad pertengahan diperluas dengan adanya perkembangan kehidupan demokrasi. Dimana sifat-sifat merdeka, sama derajat, dan mamiliki harga diri dan pengaruh terhadap kehidupan perdagangan sangat penting. Perkembangan Public Relation pada masa ini didorong oleh adanya Revolusi Amerika pada tahun 1775 yang menyatakan dasar-dasar bagi demokrasi baru. Guna terwujud cita-cita itu diperlukan suatu badan khusus yang bertugas memelihara hubungan antara kedua belah pihak, yaitu pemerintah dan rakyat yang disebut Public Relation.

b. Revolusi Industri

Revolusi Industri diawal abad 19 ikut pula mendorong perkembangan public relations terutama pada kemajuan perniagaan dan ekspansi perdagangan. Kegiatan Pulic Relation dilaksanakan dilaksanakan secara langsung (face to face), atau kontak pribadi (personal contact), yang sampai sekarang merupakan cara berkomunikasi yang baik dalam melaksanakan Public Relation.

c. Perkembangan Serikat-serikat Buruh

Dengan perkembangan serikat buruh dan kesediaan majikan untuk menyesuaikan diri pada perkembangan demokrasi, maka hubungan harmonis antara majikan dengan buruhnya dapat terwujud sehingga kehidupan persahaan pun dapat terjamin, dan berdampak pada tumbunhnya sikap positif dari publiknya. Dalam hal ini terwujudlah suatu Public Relation yang terorganisir dan merupakan badan penghubung dalam kehidupan perusahaan terkait.

d. Public Relation Modern

Sejalan dengan perkembangan komunikasi, kegiatan public relation pun semakin banyak digunakan, dipelajari, dan diteliti. Public relation dari berbagai badan, perusahaan, ataupun instansi-instansi dalam masyarakat mendapat tugas untuk senantiasa mangikuti dan menganalisa mesalah-masalah yang timbul, baik dari dalam badan itu sendiri maupun dari Publiknya. Perkembangan tersebut mendorong lahirnya Public Relation dalam bentuk moderrn di USA.

Perkembangan Public Relation sampai sekarang tidak terlepas dari dua orang bapak Public Relation yakni Ivy Ledbetter Lee dan Edward L. Bernays. Kedua ilmuwan ini peletak dasar munculnya Public Relation modern. Kegiatan yang dilakukan Lee pada tahun 1906 dinamakan Declaration of principles ( deklarasi asas-asas) yang pada hakikatnya menyatakan bahwa keberadaan publik tidak bisa dianggap enteng oleh menajemen dan pers. Sedangkan Edward (1891-1995) dikenal sebagai bapak Public Relation kerena menerbitkan buku-buku public relation classic Cutlip-Center, Effective Public Relations, yang diacu sebagai Al kitab public relation.


Berikut gambaran kronologis public relation ( PR ) di dunia:

* Abad ke-19 : PR di Amerika dan Eropa merupakan program studi yang mandiri didasarkan pada perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi.

* 1865-1900 : Publik masih dianggap bodoh.

* 1900-1918 : Publik diberi informasi dan dilayani.

* 1918-1945 : Publik diberi pendidikan dan dihargai.

* 1925 : Di New York, PR sebagai pendidikan tinggi resmi.

* 1928 : Di Belanda memasuki pendidikan tinggi dan minimal difakultas sebagai mata kuliah wajib. Disamping itubanyak diadakan kursus-kursus yang bermutu.

* 1945-1968 : Publik mulai terbuka dan banyak mengetahui.

* 1968 : Di Belanda mengalami perkembangan pesat. Ke arah ilmiah karena penelitian yang rutin dan kontinyu. Di Amerika perkembangannya lebih ke arah bisnis.

* 1968-1979 : Publik dikembangkan di berbagai bidang, pendekatan tidak hanya satu aspek saja.

* 1979-1990 : Profesional/internasional memasuki globalisasi dalam perubahan mental dan kualitas.

* 1990-sekarang :

a. perubahan mental, kualitas, pola pikir, pola pandang, sikap dan pola perilaku secara nasioal/internasional.
b. membangun kerjasama secara lokal, nasional, internasional.
c. saling belajar di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, dan
Iptek, sesuai dengan kebutuhan era global/informasi.


Sebagai tambahan, perkembangan public relation pada saat ini pun telah berkembang menjadi public relation on the internet dimana banyak perusahaan public relation membuat media dengan jangkauan yang luas untuk mengirim pesan secara langsung kepada konsumen dan menanggapi keluhan konsumen. Sejumlah perusahaan membuka situs World Wide Web ( WWW ), yang pertama kali didirikan pada musim semi tahun 1995 oleh Edelmen Public Relation World Wide dan Fleischman-Hillard. Kegunaan dari pelayanan ini adalah untuk pembuatan News letter elektronik, pengiriman pesan kepada khalayak sasaran, aplikasi internet dan web one to one dalam kegiatan marketing dan komunikasi.

2. Perkembangan Public Relations di Indonesia

a. Perkembangan Public Relation Pada Masa Kerajaan

Pada dasarnya praktik public relation sudah ada di Indonesia sebelum kedatangan Belanda. Hal ini terbukti bahwa, pada masa kerajaan-kerajaan di Indonesia yaitu pada masa kerajaan Mataram dimana adanya usaha penembahan Senopati untuk menyebarkan ”gosip” bahwa keturunannya akan menjadi pasangan dan lindungan Nyai Roro Kidul. Menurut salah satu versi sejarah, usaha itu dimaksudkan untuk menyaingi pengaruh pada adipati di pesisir utara Jawa yang kekuasaannya drestui oleh para Sunan atau Wali yang sangat disegani.

b. Perkembangan Public Relation Pada Masa Kemerdekaan

Ketika merumuskan konstitusi, ada banyak jurnalis atau wartawan yang menunggu kelanjutan peritiwa setelah proklamasi kemerdekaan sehari sebelumnya. Akhirnya pertemuan itu ditunda untuk memilih presiden dan wakil presiden pertama Indonesia dan diumumkan kepada para jurnalis yang ada. Itu, fase media relations yang penting.

Ketika perang kemerdekaan, adalah Soedarpo Sastorsatomo yang mengelola media relations sebagai Menteri Penerangan. Ia mengelola media relations di dalam negeri hingga mendukung diplomasi di PBB, termasuk untuk mengemas citra Indonesia di luar negeri. RRI juga disebut sebagai bagian dari aktivitas public relation ketika mengeluarkan program siaran luar negeri, yang kini pemancarnya ada di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Ada pula upaya untuk membantu India dalam mengatasi kelaparan dalam Program Rice for India, sekalipun Indonesia belum memiliki surplus beras.

c. Perkembangan Public Relation Pada Masa Orde Baru

Setelah perang kemerdekaan, mulai berdatangan beberapa perusahaan minyak diantaranya Shell, Stanvac, Caltex. Sebagai perusahaan multinasional, mereka memiliki organ bernama public relation. Dimana S. Maimoen, R Imam Sajono dan Soedarso yang di tahun 1950-an mulai dikenal sebagai PR Officer yang berlatar belakang dari kalangan jurnalistik. Tahun 1954, Garuda Indonesian Airways mulai mengembangkan unit public relation. Di tahun 1955, Mabes Polri menjadi institusi pemerintah pertama yang memiliki unit public relation. Kemudian diikuti oleh RRI. Sekalipun demikian, beberapa angkatan bersenjata juga memiliki unit informasi yang dibawa kontrol presiden waktu itu. Di tahun 60-an, istilah ”purel” sebagai akronim public relations makin populer digunakan ketimbang term kehumasan.

Konsultan public relation “Pertama” Adalah PT Inscore Zecha yang dipimpin M. Alwi Dahlan tercatat sebagai konsultan public relation pertama yang berdiri di Indonesia tahun 1972. Kebanyakan mereka mengelola kepentingan publisitas dalam bentuk iklan. Sejak tahun 1970, sekitar 20 tahun national Development Information Office mendukung pengelolalaan public relation pemerintah RI untuk dunia internasional.

Universitas Padjajaran menjadi universitas pertama yang membuka Fakultas Public Relations di tahun 1964 dengan ibu Oemi Abdulrachman yang menjadi dekannya. Setelah itu, banyak berkembang pendidikan public relation dalam bentuk program studi hingga pendidikan di tingkat diploma. Tanggal 15 Desember 1972 merupakan momen deklarasi asosiasi public relation Indonesia yaitu Perhumas yang dihadiri oleh beberapa PRO perusahaan minyak dan konsultan serta akademisi term Asosiasi PR.

Di tahun 1974 posisi unit public relation dalam organisasi pemerintah sudah mulai dipegang pejabat eselon III. Beberapa tahun kemudian meningkat menjadi eselon II. Karena itulah di tahun 1974 ada Badan Koordinasi Humas (Bakohumas) yang diketuai Direktur Humas Pembangunan Menteri Penerangan.
Dalam pertemuan di Kuala Lumpur, 26 Oktober 1977, Perhumas bersama asosiasi humas di negara-negara ASEAN bergabung dalam Federasi Organisasi public relation ASEAN dan menggelar Kongres PR Asean pertama di tahun 1978 di Manila. Pada tanggal 10 April 1987, Asosiasi Perusahaan public relation Indonesia dibentuk suatu wadah profesi Humas yg disebut APPRI ( Assosiasi Perusahaan Public relation Independen ) yang mempunyai tujuan :

1. Mewujudkan fungsi PR yang jujur,Bertanggung jawab sesuai dengan kode etik

2. Memberi Informasi terhadap Klien bahwa APPRI memberi Nasehat dalam PR
3. Mengembangkan kepercayaan umum atas public relation
Dan kemudian tanggal 11 November 2003, tercatat sebagai kelahiran PR Society Indonesia.
Posted by Shierly Nurtjahja at 5:21 AM
Labels: Communication Science
http://shierlynurtjahja.blogspot.com/2009/09/perkembangan-public-relation.html

IDENTIFIKASI STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR

IDENTIFIKASI STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR
SMAN I BABADAN

Nama Madrasah : SMAN I BABADAN
Mata Pelajaran : BAHASA INGGRIS
Kelas/Semester : XII/ Genap

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Beban Belajar Per - KD Keterkaitan dengan SK/KD dalam satu mata pelajaran Keterkaitan dengan SK/KD lintas mata pelajaran
Tatap Muka Penugasan
terstruktur Kegiatan Mandari
Tidak Terstruktur
Bentuk instrumen Waktu
(2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
Mendengarkan
7. Memahami makna dalam teks percakapan transaksional dan interpersonal resmi dan berlanjut (sustained) dalam konteks kehidupan sehari-hari 7.1 Merespon makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima yang menggunakan ragam bahasa lisan dan melibatkan tindak tutur: membujuk, mendorong semangat, mengkritik, mengungkapkan harapan, dan mencegah
2 x Pertemuan
4 Jam Pelajaran Uraian objektif
Menjodohkan 2x45 menit Uraian bebas
√ -
7.2 Merespon makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima yang menggunakan ragam bahasa lisan dan melibatkan tindak tutur: menyesali, mengungkapkan/menanyakan rencana, tujuan, maksud, memprediksi, berspekulasi, dan memberikan penilaian
1x Pertemuan
2 Jam Pelajaran Performans Uraian objektif 1x45 menit
Uraian non objektif
√
-
8. Memahami makna dalam teks fungsional pendek dan monolog yang berbentuk narrative dan review dalam konteks kehidupan sehari-hari 8.1 Merespon makna dalam teks fungsional pendek resmi dan tak resmi yang menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari
1x Pertemuan
2 Jam Pelajaran
Uraian objektif
Performans 1x45 menit
Uraian non objektif √
√

8.2 Memahami dan merespon makna dalam teks monolog yang menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk: narrative dan review 3 x Pertemuan
6 Jam Pelajaran Performans Menterjemahkan 3x45 menit
Uraian non objektif √
√

Berbicara
9. Mengungkapkan makna dalam teks interaksional, dengan penekanan pada percakapan transaksional resmi dan berlanjut dalam konteks kehidupan sehari-hari
9.1 Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima dengan menggunakan ragam bahasa lisan dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur:membujuk, mendorong semangat, mengkritik , mengungkapkan harapan, dan mencegah
1x Pertemuan
2 Jam Pelajaran
Performans
Uraian objektif 1x45 menit
Uraian bebas
√
-
9.2 Merespon makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima dengan menggunakan ragam bahasa lisan dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur: menyesali, mengungkapkan/menanyakan rencana, tujuan, maksud, memprediksi, berspekulasi, dan memberikan penilaian
2 x Pertemuan
4 Jam Pelajaran
Uraian objektif
Jawaban singkat 1x45 menit
Portofolio
√
-
10. Mengungkapkan makna dalam teks fungsional pendek dan monolog yang berbentuk narrative dan review secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari 10.1 Merespon makna dalam teks fungsional pendek resmi dan tak resmi yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari
1x Pertemuan
2 Jam Pelajaran
Performans
1x45 menit
Uraian bebas
√
√

10.2 Mengungkapkan makna dalam teks monolog dengan menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk: narrative dan review
1x Pertemuan
2 Jam Pelajaran
Performans Jawaban singkat 1x45 menit
Uraian bebas
√
√

Membaca
11. Memahami makna teks tulis monolog yang berbentuk narrative dan review secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan 11.1 Merespon makna dalam teks fungsional pendek resmi dan tak resmi yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan
1x Pertemuan
2 Jam Pelajaran
Performans Uraian objektif 1x45 menit
Uraian bebas √
√

11.2 Merespon makna dan langkah retorika dalam teks monolog yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan dan untuk mengakses ilmu pengetahuan dalam teks berbentuk: narrative dan review
3 x Pertemuan
6 Jam Pelajaran Performans 3x45 menit
Uraian bebas √
√

12. Mengungkapkan makna dalam teks tulis monolog/esei berbentuk narrative dan review dalam konteks kehidupan sehari-hari 12.1 Merespon makna dalam teks fungsional pendek resmi dan tak resmi yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan
1x Pertemuan
2 Jam Pelajaran
Uraian objektif
Benar-salah 1x45 menit
Uraian bebas
√
√

12.2 Mengungkapkan makna dan langkah retorika dalam esei dengan menggunakan ragam tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk: narrative dan review
2 x Pertemuan
4 Jam Pelajaran
Performance
Menterjemahkan
2x45 menit
Portofolio
√
√


Menyetujui,
Kepala Sekolah




Dra. Tutut Erliena, M.Pd
NIP.19590609 198403 2 006



Ponorogo, 12 Desember 2009
Guru Mata Pelajaran




Diana Finita, S.Pd
NIP.19700619 200701 2 015

surat lamaran

Ponorogo, 6 Oktober 2009

Kepada Yth.,
Natasa Skin Care
Jl. Raden Saleh 53 Cokromenggalan, Ponorogo, Ponorogo 63411
(0352) 482210 / (0352) 489298

Di
Tempat


Dengan hormat,

Berdasarkan informasi yang saya ketahui tentang dibutuhkannya karyawan diperusahaan yang Bapak pimpin, maka dengan ini saya mengajukan lamaran pekerjaan untuk mengisi lowongan jabatan tersebut.

Mengenai diri saya, dapat saya jelaskan sebagai berikut:

Nama : WIDARTI AYUNINGTYAS
Tempat, Tanggal lahir : Ponorogo,24 Februari 1989
Alamat Asal : Jl. Merpati No. 04 Ds. Serangan Kec. Mlarak Kab. Ponorogo
Telp, e-mail : 0856 5561 6162, 0812 5959 0151, Wida_twok@yahoo.com
Pendidikan : Program profesi 1 tahun Wearnes Education Center Madiun Jurusan Komputer Aplikasi Manajement dan Public Relation (2008/2009)

Kemampuan yang saya miliki mungkin sesuai dengan bidang studi saya adalah pernah memiliki pengalaman kerja sebagai Front Office di Universitas Kusuma Bangsa (6 bulan). Saya siap mengikuti tes sesuai dengan prosedur recruitment perusahaan Bapak, dan saya adalah orang bertanggung jawab, sabar, mudah bergaul dan beradaptasi. Dapat bekerja team work serta sangat tertarik pada dunia perawatan kecantikan.

Besar harapan saya untuk diberi kesempatan wawancara, dan dapat menjelaskan lebih mendalam mengenai diri saya. Seperti yang tersirat di resume (riwayat hidup), saya mempunyai latar belakang pendidikan, pengalaman potensi dan seorang pekerja keras.

Sebagai pertimbangan saya lampirkan:
1. Daftar riwayat hidup (curriculum vitae)
2. Pas Photo 4 x 6 (1 lembar)
3. Photo copy KTP (1lembar)
4. SKKB


Hormat Saya,




WIDARTI AYUNINGTYAS



Ponorogo, 7 Oktober 2009

Kepada Yth.,
Natasa Skin Care
Jl. Raden Saleh 53 Cokromenggalan, Ponorogo, Ponorogo 63411
(0352) 482210 / (0352) 489298

Di
Tempat


Dengan hormat,

Berdasarkan informasi yang saya ketahui tentang dibutuhkannya karyawan diperusahaan yang Bapak pimpin, maka dengan ini saya mengajukan lamaran pekerjaan untuk mengisi lowongan jabatan tersebut.

Mengenai diri saya, dapat saya jelaskan sebagai berikut:

Nama : ERDITA TINARESTI
Tempat, Tanggal lahir : Ponorogo, 23 Juni 1989
Alamat Asal : Dukuh Dasun RT/RW : 02/03, Des/Kel. Bangunrejo Kec. Sukorejo Kab. Ponorogo
Telp, e-mail : 085 636 484 89, erdytaresty@yahoo.com
Pendidikan : Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Saya siap mengikuti tes sesuai dengan prosedur recruitment perusahaan Bapak, dan saya adalah orang bertanggung jawab, sabar, mudah bergaul dan beradaptasi. Dapat bekerja team work serta sangat tertarik pada dunia perawatan kecantikan.

Besar harapan saya untuk diberi kesempatan wawancara, dan dapat menjelaskan lebih mendalam mengenai diri saya. Seperti yang tersirat di resume (riwayat hidup), saya mempunyai latar belakang pendidikan, pengalaman potensi dan seorang pekerja keras.

Sebagai pertimbangan saya lampirkan:
5. Daftar riwayat hidup (curriculum vitae)
6. Pas Photo 4 x 6 (1 lembar)
7. Photo copy KTP (1lembar)
8. SKKB


Hormat Saya,



ERDITA TINARESTI






DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. DATA PRIBADI

Nama : WIDARTI AYUNINGTYAS
Tempat, Tanggal lahir : Ponorogo,24 Februari 1989
Alamat Asal : Jl. Merpati No. 04 Ds. Serangan Kec. Mlarak Kab. Ponorogo
Telp, e-mail : 0856 5561 6162, 0812 5959 0151, Wida_twok@yahoo.com
Pendidikan : Program profesi 1 tahun Wearnes Education Center Madiun Jurusan Komputer Aplikasi Manajement dan Public Relation (2008/2009)



2. RIWAYAT PENDIDIKAN
a) 1996-2002 : SDN 1 Serangan Mlarak Ponoroho
b) 2002-2005 : SLTP N 1 Siman Ponorogo
c) 2005-2008 : SMA Bakti Ponorogo
d) 2008-2009 : Wearnes Education Center

3. RIWAYAT PEKERJAAN
a. Front Office di Universitas Kusuma Bangsa Madiun (6 bulan)
b. CUN Motor Ponorogo (5 bulan)

SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN BERDASARKAN KTSP (SISKO 2006)

SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN BERDASARKAN KTSP (SISKO 2006)

Nama sekolah : SMA 1 Babadan Kelas/Semester : XII / Genap
Mata Pelajaran : Bahasa Inggris Alokasi Waktu : 48x45 menit

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Materi Kegiatan Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu (menit) Sumber /Bahan /Alat
Jenis tagihan Bentuk Instrumen
Mendengarkan
7. Memahami makna dalam teks percakapan transaksional dan interpersonal resmi dan berlanjut (sustained) dalam konteks kehidupan sehari-hari




7.1 Merespon makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima yang menggunakan ragam bahasa lisan dan melibatkan tindak tutur: membujuk, mendorong semangat, mengkritik, mengungkapkan harapan, dan mencegah
a. Memahami tindak tutur membujuk, mendorong semangat
b. Merespon tindak tutur membujuk, mendorong semangat
c. Memahami tindak tutur mengkritik
d. Merespon tindak tutur mengkritik
e. Memahami tindak tutur mengungkapkan harapan
f. Merespon tindak tutur mengungkapkan harapan
g. Memahami tindak tutur mencegah
h. Merespon tindak tutur mencegah
 Membujuk, mendorong semangat
mis: x: Would it be possible for you to…?
y: I’ll consider that
 Mengkritik
mis: x: I think you’d better store looking for a new job
y: I’m glad you bring that up…
 Mengungkapkan harapan
mis; x: I wish you luck
y: many thank’s
 Mencegah
Mis. x: I wouldn’t take the risk if I were in your position
Y: Thank’s for telling me



a. Mendengarkan percakapan interpersonal dan transaksional melalui CD/ kaset secara klasikal
b. Berpasangan mendiskusikan bentuk teks percakapan interpersonal dan transaksional
c. Mendiskusikan respon yang disampaikan serta mencari contoh lainnya sesuai teks yang didengar




Pertanyaan lisan

Tugas individu

Tes Tertulis Uraian objektif

Uraian bebas

Menjodohkan
1x45





2x45




1x45 Kaset/CD

OHP

Tape

www.englishdaily626.com

www.esl-lab

TV













Berbicara
9.Mengungkapkan makna dalam teks interaksional, dengan penekanan pada percakapan transaksional resmi dan berlanjut dalam konteks kehidupan sehari-hari
9.1 Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima dengan menggunakan ragam bahasa lisan dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur:membujuk, mendorong semangat, mengkritik , mengungkapkan harapan, dan mencegah
a. Mengemukakan tindak tutur membujuk, mendorong semangat
b. Mengemukakan tindak tutur mengkritik
c. Mengemukakan tindak tutur mengungkapkan harapan
d. Mengemukakan tindak tutur mencegah a. Medemonstrasikan tindak tutur dan responnya secara berpasangan kedepan kelas secara bergantian
b. Menyimak tindak tutur dalam tv yang digunakan sehari-hari
Ujian lesan

Pertanyaan
Lesan

Tugas kelompok Uraian bebas

Performans


Uraian objektif 2x45
Mendengarkan
7. Memahami makna dalam teks percakapan transaksional dan interpersonal resmi dan berlanjut (sustained) dalam konteks kehidupan sehari-hari

7.2 Merespon makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima yang menggunakan ragam bahasa lisan dan melibatkan tindak tutur: menyesali, mengungkapkan/menanyakan rencana, tujuan, maksud, memprediksi, berspekulasi, dan memberikan penilaian
a. Menganalisis tindak tutur menyesali
b. Menanggapi tindak tutur menyesali
c. Menganalisis tindak tutur mengungkapkan /menanyakan rencana, tujuan, maksud
d. Menanggapi tindak tutur mengungkapkan /menanyakan rencana, tujuan, maksud
e. Menganalisis tindak tutur memprediksi, berspekulasi
f. Menanggapi tindak tutur memprediksi, berspekulasi
g. Menganalisis tindak tutur memberikan penilaian
h. Menanggapi tindak tutur memberikan penilaian  Menyesali;
mis;x: I admit I was wrong
y: I told you but you wouldn’t listen
 Mengungkapkan/ menanyakan rencana, tujuan, maksud
mis; x: What is your plan?
y: my plan is…
 Memprediksi, berspekulasi
mis; x: What is your speculate to…
y: It seems to me very well
 memberikan penilaian
mis;x: you did a good value!
Y: Thanks you.
a. Melakukan studi pustaka untuk menganalisis berbagai ungkapan menyesali/mengungkapkan/menyatakan rencana,tujuan,maksud;memprediksi/spekulasi dan memberikan penilaian beserta responnya secara berkelompok
b. Menanggapi ungkapan secara berkelompok
c. Mendengarkan percakapan transaksional melalui CD/Kaset secara klasikal
d. Merespon percakapan transaksional
Ujian lesan
Pertanyaan lesan Uraian objektif
Performans 2x45












2x45 TV

CD

Kaset

Buku bacaan


www.englishdaily626.com

www.esl-lab




















Berbicara
9. Mengungkapkan makna dalam teks interaksional, dengan penekanan pada percakapan transaksional resmi dan berlanjut dalam konteks kehidupan sehari-hari
9.2 Merespon makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima dengan menggunakan ragam bahasa lisan dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur: menyesali, mengungkapkan/menanyakan rencana, tujuan, maksud, memprediksi, berspekulasi, dan memberikan penilaian a. Mengungkapkan menyesali
b. Mengungkapkan tindak tutur mengungkapkan /menanyakan rencana, tujuan, maksud
c. Mengungkapkan memprediksi, berspekulasi
d. Mengungkapkan memberikan penilaian a. Bermain peran secara berkelompok
b. Mendiskusikan hasil kelompok bersama-sama Praktek

Ujian lesan Performans

Uraian bebas 3x45

1x45
Mendengarkan
8. Memahami makna dalam teks fungsional pendek dan monolog yang berbentuk narrative dan review dalam konteks kehidupan sehari-hari
8.1 Merespon makna dalam teks fungsional pendek resmi dan tak resmi yang menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari
a. Mengidentifikasi topik teks fungsinal pendek resmi dan tak resmi
b. Menidentifikasi informasi tertentu teks fungsinal pendek resmi dan tak resmi
b. Merespon tujuan teks fungsinal pendek resmi dan tak resmi Teks lisan banner, poster, pamphlet dll











a. Mendengarkan berbagai jenis iklan secara klasikal
b. Mendiskusikan tujuan dan isi iklan secara berpasangan
c. Membuat sebuah iklan yang akan disampaikan secara lisan Kuis

Ujian lesan


Tugas individu
Performans

Uraian objektif

Uraian bebas 3x45 Tv

CD

Buku panduan

www.englishdaily626.com

www.esl-lab

Berbicara
10. Mengungkapkan makna dalam teks fungsional pendek dan monolog yang berbentuk narrative dan review secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari
10.1 Merespon makna dalam teks fungsional pendek resmi dan tak resmi yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari
a. Menerapkan teks fungsinal pendek resmi dan tak resmi secara lisan
b. Mengidentikasi tema teks pendek resmi dan tak resmi menggunakan bahasa lisan
a. Menyampaikan sebuah iklan didepan kelas secara individu
b. Menganalisis teks yang dibuat secara bersama-sama Ujian lesan


Tes tertulis Uraian objektiv

Portofolio 2x45 menit
Mendengarkan
8. Memahami makna dalam teks fungsional pendek dan monolog yang berbentuk narrative dan review dalam konteks kehidupan sehari-hari
8.2 Memahami dan merespon makna dalam teks monolog yang menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk: narrative dan review
a. Menemukan tokoh dari cerita yang didengar
b. Mengidentifikasi kejadian dalam teks yang didengar
c. menganalisis penilaian tentang film/ song/ novel teks yang didengar
d. Mengidentifikasi saran pada sebuah review yang didengar  Teks lisan berbentuk narrative
 Teks lisan berbentuk review










a. Mendengarkan teks narrative/review yang disampaikan seseorang
b. Mendiskusikan informasi, struktur, dan discourse dari teks yang didengar
c. Menonton sebuah film secara klasikal untuk memahami maksud cerita
d. Mendiskusikan dalam kelompok untuk memberi review secara menyeluruh terhadap film yang disimak atau terhadap maksud ceritanya. Kuis

Tugas kelompok

Tugas individu Performans

Uraian bebas


Uraian objektif
6x45 Englishcnology.an

English online

CD/Kaset

Berbicara
10. Mengungkapkan makna dalam teks fungsional pendek dan monolog yang berbentuk narrative dan review secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari 10.2 Mengungkapkan makna dalam teks monolog dengan menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk: narrative dan review
a. Menggunakan kalimat penilaian dalam menyampaikan sebuah review
b. Melakukan monolog berbentuk narrative
c. Melakukan monolog berbentuk review
d. Bercerita dengan bahasa lisan a. Menyampaikan cerita film atau penilaian terhadap film secara sambung menyambung oleh setiap anggota kelompok
b. Menanggapi kekurangan kelebihan cerita yang disampaikan secara berkelompok Tugas kelompok

Tugas individu

Pertanyaan
lisan Performans


Uraian bebas

Jawaban singkat 2x45
Membaca
11. Memahami makna teks tulis monolog yang berbentuk narrative dan review secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan 11.1 Merespon makna dalam teks fungsional pendek resmi dan tak resmi yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan
a. Mengemukakan bermakna wacana ragam tulis yang dibahas dengan ucapan dan intonasi yang benar
b. Mengemukakan topic dari teks yang dibaca
c. Mengidentifikasi informasi tertentu dari teks fungsional pendek resmi dan tak resmi Teks banner, poster, pamphlet dll. a. Studi pustaka untuk menidentifiksi berbagai banner, poster, pamphlet secara berkelompok
b. Mendiskusikan secara kelompok informasi, struktur, dan discourse dari banner, poster, pamphlet yang dibaca Tugas kelompok

Tugas individu

Ter tertulis Uraian objektif

Performans

Uraian objektif 2x45 Jakarta post

Hello magazine

Esolonline

English K-6 modules Board of studi New South Wales


Menulis
12.Mengungkapkan makna dalam teks tulis monolog/esei berbentuk narrative dan review dalam konteks kehidupan sehari-hari 12.1 Merespon makna dalam teks fungsional pendek resmi dan tak resmi yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan
a. Menggunakan tata bahasa, kosa kata, tanda baca, ejaan, dan tata tulis dengan akurat
b. Menulis gagasan utama
c. Mengelaborasi gagasan utama
d. Membuat draft, merevisi dan menyuting
e. Menghasilkan teks fungsional pendek resmi dan tak resmi
a. Membuat banner, poster, pamphlet secara individu
b. Mempublikasikan dikelas masing-masing Tugas individu

Tugas kelompok
Performans

Uraian bebas 2x45
Membaca
11. Memahami makna teks tulis monolog yang berbentuk narrative dan review secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan 11.2 Merespon makna dan langkah retorika dalam teks monolog yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan dan untuk mengakses ilmu pengetahuan dalam teks berbentuk: narrative dan review a. Menguraikan isi cerita
b. Menguraikan kejadian dalam teks yang dibaca
c. Mengetahui saran pada sebuah review yang dibaca
d. Mengurutkan langkah-langkah retorika dari teks review/narrative
e. Mengidentifikasi tujuan komunikasi teks yang dibaca  Teks lisan berbentuk narrative
 Teks lisan berbentuk review
 Complex sentences
 Relative clause
 Attitude Expression










a. Studi pustaka untuk mengetahui isi cerita, kejadian, saran, langkah-langkah retorika serta tujuan komunikasi teks yang dibaca secara berkelompok
b. Mendiskusikan berbagai aspek dari teks dengan kelompok
c. Mendiskusikan secara klasikal bentuk kalimat penilaian dan kalimat kompleks Tugas kelompok

Pertanyaan lisan

Tugas individu Uraian objektif

Uraian objektif

Uraian bebas

5x45 Buku Panduan{ Eudia Grace, Th.M. Sudarwati. Look Ahead_For Senior High School Student Year X. Jakarta: Erlangga.


Jakarta post

Hello magazine

Esolonline

CD/Kaset

Menulis
12.Mengungkapkan makna dalam teks tulis monolog/esei berbentuk narrative dan review dalam konteks kehidupan sehari-hari 12.2 Merespon makna dan langkah retorika dalam teks monolog yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan dan untuk mengakses ilmu pengetahuan dalam teks berbentuk: narrative dan review
a. Mengoperasikan kalimat penilaian dalam menulis review
b. Membuat teks berbentuk narrative
c. Membuat teks berbentuk review a. Menonton sebuah film secara klasikal untuk memahami isi cerita
b. Memberikan review secara menyeluruh terhadap film yang ditonton dalam kelompok
c. Membuat sebuah narrative/review secara individu
Unjuk kerja

Tugas kelompok


Tugas individu

Uraian bebas

Uraian objektiv


Portofolio
4x45

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) BERBASIS PTK

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
BERBASIS PTK

Mata Pelajaran : Bahasa Inggris
Kelas / Semester : X / 1(Gasal)
Satuan Pendidikan : SMAN 1 Babadan Ponorogo
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi : Membaca
5.Memahami makana teks tulis fungsional pendek dan esai sederhana berbentuk recount, narrative, dan procedure dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan
Kompetensi Dasar : 5.2 merespon makna dan langkah retorika teks tulis esai secara akurat, lancar, dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan dalam teks berbentuk : recount, narrative, dan procedure
Indikator : 5.2.1 Mengidentifikasi organisasi teks recount
: 5.2.2 Menemukan makna tersurat dari teks recount
: 5.2.3 Menemukan makna tersirat dari teks recount
: 5.2.4 Mengidentifikasi adverb dalam sebuah kalimat
I. TUJUAN
Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa mampu :
1. Mengidentifikasi organisasi teks recount
2. Menemukan makna tersurat dari teks recount
3. Menemukan makna tersirat dari teks recount
4. Mengidentifikasi adverb dalam sebuah kalimat
II. POKOK-POKOK MATERI
- Teks Recount
- Adverb
III. METODE PEMBELAJARAN
- Ceramah
- Index Card Sort
- Tanya Jawab
IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
A. Kegiatan Awal
Waktu : 10 menit
NO. DESKRIPSI KEGIATAN STRATEGI YANG DIGUNAKAN WAKTU SUMBER, BAHAN, ALAT YANG DIGUNAKAN
1 Apersepsi (Salam, membaca doa dan mengabsen) Ceramah 5 menit Absensi, pena
2 Mereview mata pelajaran minggu lalu Ceramah dan Tanya jawab 3 menit Buku panduan
3 Mendeskripsikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa Ceramah 2 menit RPP dan buku panduan

B. Kegiatan Inti
Waktu : 70 menit
No. Deskripsi Kegiatan Pembelajaran Strategi Waktu Sumber Bahan / Alat/yang digunakan
1 Guru menjelaskan materi di depan kelas Ceramah 15 menit - Buku Bahasa Inggris kelas I ”Look Ahead”,Th.M. Sudarwatidan Eudia Grace,Penerit Erlangga,2006
- Internet
2&3 Guru memberi petunjuk siswa untuk menunjukkan makna tersurat dan tersirat dari teks recount yang berada di buku Ceramah Tanya Jawab 15 menit
Guru memberikan evaluasi dari tugas siswa Ceramah
10 menit
4 Guru membagikan potongan kertas berisi macam –macam adverb kepada siswa Caramah 2 menit Potongan kertas
- Kertas plano
- Double tip
-Bord marker


Guru menyuruh siswa menidentifikasi adverb dari sebuah kalimat pada masing-masing siswa Card sort 15 menit Potongan kertas plano
Guru meminta siswa untuk menempelkan potongan-potongan kertas tersebut sesuai kriterianya Card sort 10 menit
Guru memberikan klarifikasi terhadap jawaban siswa. Ceramah 3 menit

C. Penutup
Waktu : 10 menit
No. DESKRIPSI KEGIATAN STRATEGI YANG DIGUNAKAN WAKTU SUMBER, BAHAN, ALAT YANG DIGUNAKAN
1 Guru memberi tugas kelompok dan individu untuk siswa Ceramah 2 menit Internet
Majalah/Koran
LKS
2 Guru memberi kesimpulan dan motivasi siswa Ceramah 5 menit Buku Catatan

3 Doa dan salam 3 menit

V. Sumber / Bahan / Alat
1. Buku Bahasa Inggris kelas I ”Look Ahead”,Th.M. Sudarwatidan Eudia Grace,Penerit Erlangga,2006
2. Internet
3. LKS
4. Board marker
5. Buku Tulis
6. Balpoin
VI. Penilaian
 Instrumen : - Performans -Tugas Individu
 Bentuk : - Uraian objektif
VII. Lampiran
 Hand out materi
 Instrumen Penilaian
 Lembar Instrumen Perekam Kegiatan Pembelajaran
Mengetahui, Ponorogo, 07-11-2009
Guru Pamong



DIANA FINITA, S. Pd Mahasiswa PPLK II



ISNA MARATUS SHOLIKHAH
NIP. 19700619 200701 2 015 NIM. 249 062 116

RANCANGAN PEKAN EFEKTIF BAHASA INGGRIS

RANCANGAN PEKAN EFEKTIF BAHASA INGGRIS KELAS XII
SMA NEGERI 1 BABADAN
TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Nama Sekolah : SMA N 1 Babadan
Kelas/Program : X11 / IPA,IPS,BAHASA
Mata Pelajaran : Bahasa Inggris
Tahun Pelajaran : 2009/2010

A. Jumlah Pekan Dalam Semester 1
No. Nama Bulan Banyaknya Pekan
1
2
3
4
5
6
7 Januari
Pebruari
Maret
April
Mei
Juni
Juli 4 pekan
4 pekan
5 pekan
5 pekan
4 pekan
5 pekan
3 pekan
Jumlah 30 pekan

B. Jumlah Pekan yang Tidak Efektif
No. Nama Banyaknya Pekan
1
2
3
4
5
6
7 LHR
Ujian Akhir Semester 1 & Remidi
LS1
Kegiatan HUT
Mid semester
Ujian Akhir Semester 2 & Remidi
LS2 1 pekan
2 pekan
2 pekan
1 pekan
1 pekan
2 pekan
2 pekan
Jumlah 11 pekan
Jumlah pekan efektif : 30 – 11 =19 pekan
Jumlah jam efektif : 19 x 4 = 76 Jam pelajaran

C. Distribusi Alokasi Waktu
No. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok Waktu
1 7 7.1, 7.2 Listening: Membujuk, mendorong semangat,Mengkritik, Mengungkapkan harapan, Mencegah
Listening:Menyesali; Mengungkapkan/ menanyakan rencana, tujuan, maksud, Memprediksi, berspekulasi, memberikan penilaian 6x45 menit

2 8 8.1, 8.2 Listening: Teks lisan banner, poster, pamphlet dll
Listening; Teks lisan berbentuk narrative, Teks lisan berbentuk review
9x45 menit
3 9 9.1, 9.2 Speaking; Membujuk, mendorong semangat,Mengkritik, Mengungkapkan harapan, Mencegah
Speaking; Mengungkapkan/ menanyakan rencana, tujuan, maksud, Memprediksi, berspekulasi, memberikan penilaian
6x45 menit

4 10 10.1, 10.2 Speaking: Teks lisan banner, poster, pamphlet dll
Speaking: Teks lisan berbentuk narrative, Teks lisan berbentuk review
3x45 menit

5 11 11.1,11.2 Reading; Teks banner, poster, pamphlet dll.
Reading: Teks lisan berbentuk narrative, Teks lisan berbentuk review, Complex sentences, Relative clause, Attitude Expressions
7x45 menit
6 12 12.1,12.2 Writing: Teks banner, poster, pamphlet dll.
Writing: Teks lisan berbentuk narrative, Teks lisan berbentuk review, Complex sentences, Relative clause, Attitude Expressions 6x45 menit
Jumlah 37x45menit

Ponorogo, 7 November 2009
Mengetahui,
Guru Pamong Nama Mahasiswa PPLK II


Diana Finita, S.Pd Isna Maratus Sholikhah
NIP.19700619 200701 2 015 NIM. 249 062 116

Mengetahui,


Dra. Tutut Erliana, M.Pd
NIP. 19590609 198403 2 006

PROGRAM SEMESTER

PROGRAM SEMESTER
SMA NEGERI I BABADAN


Mata Pelajaran : BAHASA INGGRIS Jumlah Minggu Efektif : 19 Minggu
Nama Sekolah : SMAN I BABADAN Jumlah Jam / Minggu : 4 Jam Pelajaran
Kelas / Semester : XII / II (Genap) Jumlah Jam Silabus : 48 Jam Pelajaran
Jumlah Jam Cadangan : 8 Jam Pelajaran

SK KD Materi Pokok Alokasi Waktu (menit) Pertemuan Keterangan
Januari Pebruari Maret April Mei Juni
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
7
9 7.1
9.1  Membujuk, mendorong semangat
 Mengkritik
 Mengungkapkan harapan
 Mencegah 8x45 Ujian Akhir Semester 1 & Remidi











































Kegiatan HUT RI
















Libur Semester 1




































4 4 Ujian Tengah Semester & Remidi




































































Ujian Semester 2 & Remidi
















Libur Semester 2

















* : Cadangan

Total Alokasi Waktu:
52x45 menit
















Ulangan Harian 2x45 2
7.2
9.2  Menyesali;
 Mengungkapkan/ menanyakan rencana, tujuan, maksud
 Memprediksi, berspekulasi
 memberikan penilaian
8x45 2 4 2
Ulangan Harian 2x45 2
8
10 8.1
10.1 Teks lisan banner, poster, pamphlet dll 8x45 4 4
Ulangan Harian 2x45 2
8.2
10.2  Teks lisan berbentuk narrative
 Teks lisan berbentuk review 8x45 2 4 2
Ulangan Harian 2x45 2
11
12
11.1
12.1 Teks banner, poster, pamphlet dll. 8x45 4 4
Ulangan Harian 2x45 2
11.2
12.2  Teks lisan berbentuk narrative
 Teks lisan berbentuk review
 Complex sentences
 Relative clause
Attitude Expression 12x45 2 4 4 2
Ulangan Harian 2x45 2 * *

PROGAM TAHUNAN

PROGAM TAHUNAN
SMA NEGERI I BABADAN

Nama Sekolah : SMA N 1 Babadan Kelas/Program : X11 / IPA,IPS,BAHASA
Mata Pelajaran : Bahasa Inggris Tahun Pelajaran : 2009/2010

Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Alokasi Waktu
( Minggu) Keterangan
GANJIL Mendengarkan
1. Memahami makna dalam teks percakapan transaksional dan interpersonal resmi dan berlanjut dalam konteks kehidupan sehari-hari








1.1 Merespon makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur: mengusulkan, memohon, mengeluh, membahas kemungkinan atau untuk melakukan sesuatu, dan memerintah

1.2 Merespon makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur: mengakui kesalahan, berjanji, menyalahkan, menuduh, mengungkapkan keingintahuan dan hasrat, dan menyatakan berbagai sikap
2







2
5x45 menit







3x45 menit
2. Memahami makna dalam teks fungsional pendek dan monolog berbentuk narrative, explanation dan discussion dalam konteks kehidupan sehari-hari 2.1 Merespon makna dalam teks fungsional pendek resmi dan tak resmi yang menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari
2.2 Merespon makna dalam teks monolog yang menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk: narrative, explanation, dan discussion
1



2 3x45 menit



4x45 menit

Berbicara
3. Mengungkapkan makna dalam teks percakapan transaksional dan interpersonal resmi dan berlanjut dalam konteks kehidupan sehari-hari







3.1 Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur: mengusulkan, memohon, mengeluh, membahas kemungkinan atau untuk melakukan sesuatu, dan memerintah

3.2 Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur: mengakui kesalahan, berjanji, menyalahkan, menuduh, mengungkapkan keingintahuan dan hasrat , dan menyatakan berbagai sikap

2







2
3x45 menit







5x45 menit

4. Mengungkapkan makna dalam teks fungsional pendek dan monolog berbentuk narrative, explanation dan discussion dalam konteks kehidupan sehari-hari 4.1 Mengungkapkan makna dalam teks fungsional pendek resmi dan tak resmi dengan menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari
4.2 Mengungkapkan makna dalam teks monolog dengan menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk: narrative, explanation, dan discussion
1



3 1x45 menit



6x45 menit
Membaca
5. Memahami makna teks fungsional pendek dan teks tulis esei berbentuk narrative, explanation dan discussion dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan
5.1 Merespon makna dalam teks fungsional pendek resmi dan tak resmi yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan.
5.2 Merespon makna dan langkah retorika dalam esei yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan dalam teks berbentuk: narrative, explanation, dan discussion

3





2
6x45 menit





4x45 menit


Menulis
6. Mengungkapkan makna dalam teks tulis monolog yang berbentuk narrative, explanation dan discussion secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari 6.1 Mengungkapkan makna dalam teks fungsional pendek resmi dan tak resmi dengan menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari
6.2 Mengungkapkan makna dan langkah retorika dalam teks monolog dengan menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk: narrative, explanation, dan discussion
2



3 4x45 menit



6x45 menit

Jumlah Minggu 25 50x45 menit
GENAP Mendengarkan
7 Memahami makna dalam teks percakapan transaksional dan interpersonal resmi dan berlanjut (sustained) dalam konteks kehidupan sehari-hari

7.1 Merespon makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima yang menggunakan ragam bahasa lisan dan melibatkan tindak tutur: membujuk, mendorong semangat, mengkritik, mengungkapkan harapan, dan mencegah

7.2 Merespon makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima yang menggunakan ragam bahasa lisan dan melibatkan tindak tutur: menyesali, mengungkapkan/menanyakan rencana, tujuan, maksud, memprediksi, berspekulasi, dan memberikan penilaian
2






1




4x45 menit






2x45 menit




8 Memahami makna dalam teks fungsional pendek dan monolog yang berbentuk narrative dan review dalam konteks kehidupan sehari-hari
8.1 Merespon makna dalam teks fungsional pendek resmi dan tak resmi yang menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari
8.2 Memahami dan merespon makna dalam teks monolog yang menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk: narrative dan review
1





3 3x45 menit





6x45 menit



Berbicara
9 Mengungkapkan makna dalam teks interaksional, dengan penekanan pada percakapan transaksional resmi dan berlanjut dalam konteks kehidupan sehari-hari

9.1 Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima dengan menggunakan ragam bahasa lisan dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur:membujuk, mendorong semangat, mengkritik , mengungkapkan harapan, dan mencegah

9.2 Merespon makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) secara akurat, lancar dan berterima dengan menggunakan ragam bahasa lisan dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur: menyesali, mengungkapkan/menanyakan rencana, tujuan, maksud, memprediksi, berspekulasi, dan memberikan penilaian
1








2
2x45 menit








4x45 menit


10 engungkapkan makna dalam teks fungsional pendek dan monolog yang berbentuk narrative dan review secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari
10.1 Merespon makna dalam teks fungsional pendek resmi dan tak resmi yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari
10.2 Mengungkapkan makna dalam teks monolog dengan menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk: narrative dan review
1



1 1x45 menit



2x45 menit



Membaca
11. Memahami makna teks tulis monolog yang berbentuk narrative dan review secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan
11.1 Merespon makna dalam teks fungsional pendek resmi dan tak resmi yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan
11.2 Merespon makna dan langkah retorika dalam teks monolog yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan dan untuk mengakses ilmu pengetahuan dalam teks berbentuk: narrative dan review


1




2

2x45 menit




5x45 menit

Menulis
12. Mengungkapkan makna dalam teks tulis monolog/esei berbentuk narrative dan review dalam konteks kehidupan sehari-hari
12.1 Merespon makna dalam teks fungsional pendek resmi dan tak resmi yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan
12.2 Mengungkapkan makna dan langkah retorika dalam esei dengan menggunakan ragam tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk: narrative dan review


1





2


2x45 menit





4x45 menit

Jumlah Minggu 18 37x45 menit
Jumlah minggu efektif : 37 Minggu
Jumlah minggu tidak efektif : 21 Minggu
Cadangan waktu : 4 Minggu

Ponorogo, 7 November 2009
Guru Pamong Nama Mahasiswa PPLK II


Diana Finita, S.Pd Isna Maratus Sholikhah
NIP.19700619 200701 2 015 NIM. 249 062 116

Mengetahui,




Dra. Tutut Erliana, M.Pd
NIP. 19590609 198403 2 006

cross culture understanding

Why do we have to know culture?
We can be the right man in the right place
Culture:
Simply, we can say that culture is the way the people behave.
It comes from society living together in a definite place.
Cross culture
Cross culture cross culture understanding: knowing and understanding certain culture of other countries.
Cross culture awareness: adjusting and assimilating with new culture that we involve
culture problems
Jetlag
Confusing of everything that we don’t know at all
Culture shock
Shocking of new culture
Misperception
Determining that everything is wrong.
The differences
The differences of custom and habit is not a bad or good thing and wrong or true matter, but it is just different.
some American daily manners
On time
Queue
No care each other
Please and apologize
Like to give a party
Obedience on rules implemented
Work and play hard
Table manner
Other American characters
Open minded
Straight forward
Individualism
Friendly
High appreciation
independence
Activities On campus
Friday night life in the beginning of term
Dead day
International student potluck
Seminar
In class activities
Student attendance
Student-student interaction
Teacher and student interaction
Helpful teacher
Student consultation access
Learning activity
That’s all this presentation

Tips n Trik: Mengurangi Global Warming

Semua pasti pada tahu tentang Global Warming, kan? Kalau kamu mengaku peduli pada lingkungan, kamu juga harus ikut menjaga lingkungan. Hal kecil bisa berdampak besar untuk lingkungan kita.

1. Hemat air. Jangan berlama-lama ketika mandi. Ingat! Hemat air bisa mengurangi efek global warming.


2. Di rumah suka menggunakan mesin cuci? Jangan gunakan mesin pengeringnya. Lumayan kan bisa hemat CO2 sampai 300kg/tahun.


3. Sering laundry baju di binatu? Sebaiknya tolak plastik pembungkusnya. Atau khusus pesanan kamu, minta dimasukan ke kantong yang bisa dipake berulang-ulang. Mengurangi penggunaan plastik, juga membantu mengurangi Global Warming, loh.


4. Pilih TV flat screen monitor dibandingkan monitor tabung. Selain hemat energi, bikin mata tidak cepat lelah juga.


5. Finish your food! Jangan pernah sisakan makanan, karena sisa makanan merupakan sumber sampah yang besar. Jadi, pesan makanan sesuai kemampuan kamu.

Masih banyak lagi hal-hal kecil yang bisa kita lakukan. Yuk, mulai sekarang, perhatikan apa yang kita lakukan dan efeknya bagi lingkungan sekitar kita. (HAT)

Mau Tenang Bermalam di Hotel, Katakan "Incognito"

Anda yang ingin menginap di hotel dengan tenang tanpa diganggu kunjungan tamu atau sambungan telepon bisa meminta layanan incognito. Layanan itu digunakan agar keberadaan tamu hotel tidak diketahui orang lain.

Dosen Akademi Pariwisata Nasional Indonesia (Akparindo), Andi Sinaga, di Bandung, Jumat (8/1/2010), mengatakan, pengelola hotel yang sudah memahami standar pelayanan tamu seharusnya mengerti jika diminta untuk melakukan incognito.

"Meskipun tamu hanya menginap di kamar dengan tarif sebesar Rp 1 juta per malam, mereka berhak meminta incognito," kata Andi.

Layanan itu sudah biasa diajukan para bintang film, kepala negara, petinggi partai politik, dan figur terkenal lain. "Bayangkan kalau petinggi partai politik diketahui melakukan aktivitas yang sifatnya pribadi di hotel. (Itu) bisa dimanfaatkan musuh-musuh politiknya," ujar Andi.

Jika ada yang menanyakan, maka pegawai hotel akan mengatakan bahwa tamu yang bersangkutan tidak menginap di sana. Meski demikian, tamu biasa pun bisa meminta layanan itu. "Saya dengar, pernah ada pegawai di Medan dipecat. Dia lupa, keberadaan tamu diberi tahu," katanya.

430 Guru Dikirim ke Pulau-pulau Terpencil

Sebanyak 430 guru tidak tetap (GTT) di Provinsi Kepulauan Riau ditugaskan mengajar di pulau-pulau terpencil yang berada di wilayah tersebut.

"Untuk meningkatkan mutu pendidikan di pulau-pulau yang masih terisolasi, maka kami mengerahkan 430 guru tidak tetap untuk mengajar di sana," kata Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Riau Arifin Nasir di Tanjungpinang, Jumat (8/1/2010).

Arifin mengemukakan, GTT yang mendapat kepercayaan mengembangkan dunia pendidikan di pulau-pulau yang jauh dari pusat keramaian itu akan memperoleh gaji lebih besar dibanding GTT yang mengajar di perkotaan.

GTT yang bertugas di pulau itu, kata dia, memperoleh gaji sebesar Rp 1,5 juta per bulan. Gaji tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

"Guru yang mengajar di pulau itu membutuhkan biaya besar karena itu mereka berhak mendapatkan gaji di atas upah minimum provinsi," ujarnya.

Arifin menambahkan, GTT juga mendapatkan pelatihan teknis sebelum mengajar di pulau. Mereka akan memberikan pola pengajaran yang berbeda dan lebih intensif kepada para pelajar yang tinggal di pulau-pulau tersebut. Para guru, lanjut dia, harus meninggalkan kebiasaan mengajar dengan pola mencatat sampai habis atau hanya duduk di depan pelajar.

"Mereka wajib menjadi guru yang aktif dalam memberikan ilmu pengetahuannya kepada siswa," katanya.

Rabu, 06 Januari 2010

Catatan tentang Guru

Sebuah catatan tentang para guruku!

Malam ini aku sudah hampir saja menutup layar komputer jinjingku tapi masih kusempatkan membaca status - status teman dan kiriman mereka di wall Facebook, dan satu kiriman berita sempat membuatku sedikit terkejut, tentang berita duka berpulangnya seorang guru SDku ke rumah Bapa di Surga, Beliau juga kebetulan adalah ibunda dari dosen waliku kala kuliah S1. Catatan ini mungkin sedikit personal dan lebih kepada siapa saja orang - orang yang masih ku ingat dan sangat berkesan dalam hidupku, tentang para guru - guru sekolahku khususnya sewaktu SD.

Aku pernah membaca sebuah pertanyaan tentang siapa saja yang akan selalu anda ingat dan mungkin sangat berkesan dalam hidup anda, selain keluarga anda sendiri? Dan jawaban yang kubaca di sebuah majalah itu mengatakan bahwa selebritis dan artis umumnya adalah orang - orang yang sangat mudah dilupakan dalam memori kita dibandingkan para guru kita sewaktu kecil, karena merekalah yang mengajarkan banyak hal pada kita sewaktu kita masih kecil. Guru hadir dalam kehidupan tiap orang dalam berbagai bentuk. Mulai dari gurunya si Ikal dalam ‘Laskar Pelangi’, hingga Maleo-nya Denias hingga peran Neytiri bagi Jake Sully dalam film terbaru ‘Avatar’. Mereka adalah sosok - sosok yang kadang tak kita sadari sangat menginspirasi dan membentuk kita saat ini.

Bicara tentang guru, aku percaya semua orang pasti mempunyai guru dalam hidup mereka; seseorang yang menuntun mereka untuk belajar tentang sesuatu, terlepas apakah ia bersekolah di sekolah negeri, swasta, home schooling ataupun sekolah alam. Kadang kita hanya take them for granted tanpa pernah tahu usaha mereka untuk memberikan yang terbaik, khususnya guru - guru SD. Kebetulan mamaku juga seorang guru SD dan saat ini aku pun bekerja paruh waktu sebagai guru bantu di sebuah SD di Canberra dan mengamati para rekan guru yang lain. Aku sadar bahwa menjadi guru SD bukan perkara yang mudah karena merekalah yang menanamkan basis ataupun landasan pendidikan ke depan, berbagi perspektif tentang belajar serta semangat kepada murid untuk bisa maju dan menghargai pendidikan.

Aku ingat dan masih sangat segar di ingatanku guru - guru SD siapa saja yang sangat berkesan di dalam hidupku sebagai anak SD dan yang membuatku terpacu untuk belajar. Ada 3 orang guru SD yang kebetulan semuanya perempuan yang sampai hari ini kala aku mengingat tentang perjalanan pendidikanku, mereka selalu ada dalam ingatanku, dan salah seorang diantaranya adalah ibunda dari dosen waliku kala S1. Aku tak bilang bahwa para guru yang lain tak berperan dan tak punya arti dalam sejarah pendidikanku tapi ketiga guru ini adalah ketiga guru favoritku kala SD yang memberikanku sayap untuk terbang dan semangat untuk belajar; yang memberikanku kepercayaan. Sewaktu di Manokwari, aku masih sering bertemu dua di antara mereka karena rumahku hanya berjarak 7 menit jalan kaki dari SDku plus karena mamaku juga bekerja di Yayasan yang sama dan kadang bertemu kala mengambil jatah beras di kantor yayasan. Ketiga guru itu kerap kupanggil ibu Morare (guru kelas 1), Ibu Moko (guru kelas 2) dan ibu Afdan (guru kelas 4 - 5). Catatan kali ini mungkin sangat personal tentang kenanganku tentang ketiga guru SDku.

Aku ingat betul kala SD dan bertemu ibu Morare pertama kali. Seorang perempuan berkulit hitam dan berambut keriting yang mengajarkanku memegang pensil dengan benar dan belajar menulis A - Z dan menulis indah serta mengeja. Aku ingat betul beliau dan juga ibu Moko adalah guru - guru yang mengijinkanku untuk memukul papan tulis dengan penggaris kayu dan membaca dengan keras - keras. Guru - guru yang memberiku sayap untuk membaca dan mengeja dengan keras tanpa amarah. Sampai hari ini aku masih bisa mengingat bagaimana suara dan nada bicara ibu Morare kala mengajar membaca ataupun menghitung. Begitu terkesan!

Ibu Moko adalah wali kelasku kala duduk di kelas 2. Dari semua guru favoritku kala SD, beliaulah yang paling lembut dan paling keibuan kala mengajar. Aku ingat beliau paling sering memberikan koreksian dalam berbahasa Indonesia khususnya dalam menulis indah dalam huruf bersambung. Tapi satu hal yang paling kuingat dan kadang kala melihat rapor SDku adalah sebuah pelajaran tentang berbagi kemenangan. Satu hal yang sangat kuingat hingga kini lewat keputusan beliau adalah bahwa tujuan belajar adalah bukan untuk menjadi pemenang dan untuk bersaing bahwa ‘sa-lebih-pintar-dari-ko’ tapi bahwa belajar adalah sebuah proses untuk menjadi tahu dari sebuah keadaan dimana sebelumnya tak tahu. Mungkin anda masih bingung apa yang kumaksud, kan? Ceritanya sewaktu SD, dari kelas 1 - 6, catatan raporku cukup baik secara akademis karena selalu ranking 1 kecuali sewaktu kelas 2 ada satu catur wulan(trimester) yang ranking 1nya aku berbagi dengan seorang teman. Iya, jadi wali kelasku memutuskan untuk menulis rankingnya pada raporku dan seorang teman sama - sama ranking 1 karena sama - sama mempunyai nilai yang sama. Kala beranjak dewasa dan mengenang hal ini, apalagi saat ini kala menjadi guru bantu, aku belajar bahwa keputusan wali kelasku adalah sebuah kebijakan yang bijak karena beliau memutuskan bahwa pendidikan bukanlah sebuah ajang berkompetisi dengan nilai dan memutuskan siapa yang menang dan kalah tetapi lebih kepada sebuah pencapaian. Sesuatu yang hingga hari ini masih kuingat.

Guru ketiga yang entah sekarang beliau berada di mana, karena sejak kepindahan beliau sewaktu tahun 1994, aku tak pernah tahu lagi kabar beliau. Kupanggil beliau, ibu Afdan. Beliaulah yang memberikanku semangat untuk tampil di muka umum dan mengikutkanku dalam lomba baca puisi sewaktu SD bersaing dengan siswa - siswa lain dari sekolah - sekolah ternama di kotaku kala itu. Saat aku SD, sekolahku bukan sekolah yang mempunyai nama, hanya sebuah sekolah yayasan Kristen yang siswa - siswanya rata - rata adalah anak - anak petani, nelayan dan peramu serta penjual sayur. Aku ingat benar saat itu tak terlalu banyak dari teman - temanku yang orang tuanya PNS ataupun TNI/Polri. Ibu Afdan, aku mengenangnya sebagai guru yang bilang bahwa kepercayaan diri itu bukan bakat tapi sesuatu yang harus dikembangkan dan dilatih. Aku masih ingat bagaimana kami yang tak mempunyai seragam diberinya ide dan solusi untuk menjahit rok, menemani aku dan 2 teman ke arena lomba baca puisi tingkat SD se- Kabupaten, menyemangati dan mengajak kami ke rumahnya untuk dilatih. Aku tak akan akan sepercaya diri seperti sekarang ini kalo tak ada beliau dalam masa kecilku.

Mereka, para guru SDku, bukan hanya para pahlawan tanpa tanda jasa saja. Bagiku, merekalah para malaikat yang meminjamkan sayap kepadaku untuk bisa terbang, untuk bisa mengeksplorasi dunia lewat ‘pinjaman’ pengetahuan yang diberikan. Aku tak punya banyak kata - kata untuk bisa menggambarkan jasa mereka tapi satu yang pasti, mereka adalah salah satu berkat yang patut kusyukuri dalam hidupku karena mereka membantu menunjukanku jalan untuk menjadi aku yang seperti sekarang ini.

Sebelum catatan ini kututup, ku teringat sebuah kutipan yang pernah kubaca entah di mana, “A good teacher is like a candle - it consumes itself to light the way to others”.

Terima kasih!

(Canberra, 19 December 2009)

Buah Delima Bantu Perangi Kanker Payudara

Mengkonsumsi buah delima atau meminum jusnya ternyata mampu membantu mencegah dan mengurangi beberapa tipe kanker payudara. Melalui sebuah penelitian, ditemukan bahwa buah delima memiliki kandungan phytochemicals yang disebut ellagitannin dalam jumlah banyak. Kandungan tersebut mampu mengurangi perkembangan sel kanker payudara yang responsif terhadap estrogen.

“Phytochemicals ini mengurangi produksi estrogen yang mencegah perkembangbiakan sel kanker payudara dan tumor yang merespon estrogen," ujar peneliti Shiuan Chen, PhD, direktur divisi Tumor Cell Biology dan Breast Cancer Research Program at City of Hope in Duarte, California.

Menurut para peneliti ini, ellagitannin dalam buah delima bekerja dengan menghambat aromatase, enzim kunci yang digunakan tubuh untuk memproduksi estrogen, dan memiliki peran kunci pada perkembangan kanker payudara.

Buah delima mulai dilirik oleh para peneliti dan kalangan akademisi atas kandungan antioksidannya yang tinggi. Bahkan dipercaya juga bisa membantu mencegah penyakit jantung atas kandungannya tersebut. Namun, ini masih penelitian awal mengenai efek aromatase dan pertumbuhan kanker payudara tersebut.

Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk benar-benar bisa menentukan bahwa mengkonsumsi produk-produk yang dihasilkan oleh buah delima bisa memberikan efek membahagiakan yang sama pada manusia sebagaimana hasil pada penelitian.

"Penelitian lebih lanjut mengenai komponen individual dan kombinasi dari zat kimiawi masih dibutuhkan untuk mengerti risiko potensial dari menggunakan jus delima atau zat lain sebagai pencegahan atas kanker," ujar Powel Brown, MD, PhD, kepala peneliti departemen pencegahan kanker di University of Texas M.D. Anderson Cancer Center. Namun, tak ada salahnya untuk mulai mengkonsumsi buah delima untuk membantu mencegah kemungkinan terkena kanker payudara atau kanker lainnya. Lagipula kandungan antioksidannya pun bisa membantu merawat kesehatan, kan?

Minggu, 03 Januari 2010

Tinggal serumah dengan mertua ada pro dan kontranya.

Konon, tinggal dengan mertua itu tidak enak. Padahal, tak semua mertua sama. Ada pro dan kontra tinggal bersama mereka. Apa sajakah?

Pro:
1. Bisa membantu merawat anak-anak.

Mertua Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Marian Robinson tinggal serumah dengan anak, cucu, dan menantunya di gedung putih. Marian membantu merawat Sasha dan Malia melakukan hal keseharian mereka, dari mengerjakan pekerjaan rumah, hingga melakukan kegiatan lainnya. Jika mertua Anda adalah orang bisa dipercaya dan mau, mereka bisa membantu Anda menjaga anak-anak, memudahkan Anda juga, kan?

2. Saling menjaga.

Mertua Anda, kemungkinan terbesar sudah berusia cukup lanjut. Di usia yang sudah lanjut, orangtua akan sering merasa sendiri dan ditinggal. Mereka pun butuh dikelilingi orang yang mereka sayangi dan menyayangi mereka. Sehingga, dengan tinggal serumah dengan mereka, Anda juga bisa menjaga mereka, tentu jika itu juga adalah hal yang mereka mau.

Kontra:
1. Kritik. Ini adalah yang tersulit.

Ketika Anda berada satu rumah dengan mertua, mereka akan mudah melihat dan mengetahui rahasia dapur hubungan Anda. Tak heran jika mereka juga akan mengkritik apa pun yang terjadi di rumah Anda. Tak seperti kebanyakan keluarga, Obama memiliki staf untuk memasak dan menjaga rumah tetap bersih, sementara kita, rakyat kebanyakan, harus mengerjakan segalanya sendiri. Anda harus bisa menyeimbangi kebiasaan dan keinginan si mertua, jika tak seimbang, ia bisa mengkritik kita.

2. Perbedaan pendapat dalam merawat anak.

Meski zaman sudah berubah, cara orangtua dalam merawat dan mendidik anak kadang belum banyak berubah. Akan ada saja perbedaan pendapat dalam merawat dan mendidik anak. Tak jarang, karena masalah ini akan sering terjadi adu-debat yang berujung Anda mengalah. Padahal, Andalah orangtua dari anak-anak Anda. Anda yang harusnya menentukan cara mendidik dan merawat anak Anda. Jika ada perbedaan, coba ajak mertua Anda membicarakan masalah ini dan temukan solusinya.

3. Tidak boleh berisik!

Entah itu sedang saling mengelitiki atau berdebat soal keuangan, pasangan akan selalu menimbulkan keributan. Ketika tinggal serumah dengan mertua, Anda harus berusaha untuk meredam suara kegaduhan, karena si mertua bisa terganggu atau jadi tahu kegiatan atau masalah yang sedang Anda berdua hadapi.

Jika Anda dan pasangan harus tinggal serumah dengan mertua, pastikan sudah terjadi kesepahaman di antara Anda. Bahwa akan ada hal-hal yang perlu dikompromikan mengenai mertua dan kebiasaannya. Ketika keadaan tidak memungkinkan untuk tidak tinggal sendiri, dan Anda harus serumah dengan mertua, jangan biarkan keadaan membuat hubungan Anda dan pasangan jadi renggang. Komunikasikanlah, meski tidak mudah, tapi itu salah satu konsekuensinya, kan?

Bagaimana pendapat Anda?

Jumat, 25 Desember 2009

Apakah Tubuh Anda Bugar?

Fitnes tak melulu berarti angkat beban, otot-otot menonjol, ataupun senam aerobik. Lebih penting dari itu adalah bagaimana manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Apakah Anda bisa naik tangga dengan ringan, berjalan lebih jauh dari biasanya tanpa mengeluh pegal-pegal, atau mengangkat beban tanpa berkeringat?

Cobalah ikuti kuis kebugaran dari Muscle Up di bawah ini untuk mengukur seberapa bugar Anda.

1. Apakah tubuh Anda cukup lentur? Berdirilah dengan kaki merapat, lalu bungkukkan badan. Coba letakkan jemari tangan Anda di lantai di depan jari kaki! (jangan menekuk lutut)
a. Anda bisa menyentuh lantai (3)
b. Anda bisa menyentuh punggung kaki (2)
c. Anda tak bisa meraih kaki (1)

2. Apakah Anda penuh energi? Larilah menaiki satu tangga. Jangan berhenti hingga mencapai puncak.
a. Anda bernapas lebih cepat dibanding biasanya, tetapi masih bisa bicara (2).
b. Napas Anda memburu sehingga tidak bisa bicara pada orang lain (1).
c. Satu atau dua tangga lagi pun Anda masih mampu (3)

3. Apakah tubuh Anda cukup tabah dan konsisten? Berjalanlah sejauh 1,6 km secepat mungkin. Catat berapa waktu Anda!
a. Anda membutuhkan waktu lebih dari 20 menit (1).
b. Anda menempuhnya kurang dari 15 menit (3).
c. Memerlukan waktu antara 15 hingga 20 menit (2).

4. Apakah Anda cukup kuat? Coba lakukan push-up secara berurutan!
a. Anda kuat melakukan 15 kali atau lebih (3).
b. Anda hanya mampu 5 kali atau kurang (1).
c. Anda bisa melakukannya kurang lebih 10 kali (2).

5. Apakah Anda cukup aktif? Kira-kira berapa menit Anda menggunakan waktu untuk beraktivitas, misalnya mencuci, naik tangga, berjalan, atau memotong rumput?
a. Anda aktif kurang dari 20 menit per hari (1).
b. Anda aktif selama 45 menit per hari (2).
c. Anda aktif lebih dari 1 jam per hari (3).

Skor 1-5: Saatnya bergerak!
Tubuh yang bugar mengurangi risiko penyakit jantung. Kebugaran bisa didapat dengan banyak bergerak (berolahraga). Karena itu, berjalanlah beberapa blok, naik turun tangga, atau mencuci mobil setiap hari. Intinya, tambah aktivitas fisik Anda! Sasaran utama Anda adalah 20 hingga 60 menit olahraga dalam 3 hingga 5 kali seminggu.
Skor 6-10: Anda berada di jalur yang benar.
Berlatihlah lebih baik dengan mengembangkan beberapa bagian yang perlu ditingkatkan. Jika Anda kurang lentur, maka cobalah untuk melakukan senam kelenturan selama 10 menit setelah joging atau jalan kaki. Untuk menambah kekuatan, latihlah bagian-bagian tertentu tubuh, misalnya latihan angkat beban untuk otot-otot lengan.
Skor 11-15: Selamat! Selain fit, Anda juga memiliki bentuk tubuh ideal!
Banyak studi menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang umur, diperlukan tubuh yang bugar dan segar. Orang-orang yang menjalani hidupnya dengan penuh semangat dan vitalitas biasa menghadapi tantangan tanpa napas tersengal-sengal. @diy

Pengikut