RemembeR

" hidup sekali, hiduplah yang berarti"

Mengenai Saya

Foto Saya
Allow cendekiawan baru, ktemu dengan aq dlm blog ini. q asli reog city.blog ini berisi secara keseluruhan tentang pengetahuan. harapanq bermanfaat wuat QM-QM

Rabu, 27 Juli 2011

LAPORAN PPL BAHASA INGGRIS

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAKAN STATEGI READING ALOUD BAGI SISWA KELAS XII i
DI SMK 2 PGRI PONOOGO
TAHUN AJARAN 2009-2010


LAPORAN INDIVIDUAL PPLK II


Diajukan Kepada
Ketua Program Studi Pendidikan Agama IslamTadris Bahaa Inggris Jurusan Tarbiyah
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Ponorogo
Untuk Memenuhi Tugas PPLK II Tentang
Latihan Mengajar Berbasis PTK













OLEH
SITI SAMSIYAH
NIM: 24906289


JURUSAN TARBIYAH
Program Studi Tadris Bahasa Inggris
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PONOROGO
NOVEMBER 2009






LEMBAR PERSETUJUAN
GURU PAMONG DAN KEPALA SEKOLAH


Laporan PPLK II tentang Latihan Mengajar Berbasis PTK.
Atas nama saudara:
Nama : Siti Samsiyah
NIM : 249062089
Jurusan : Tarbiyah
Program Studi : Tadris bahasa Inggris ( TI )
Judul : Upaya Peningkatan Kemampuan Membaca Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Dengan menggunakan Strategi Reading aloud Bagi Siswa Kelas XII i di SMK 2 PGRI Ponorogo Tahun Ajaran 2009-2010

Telah Diperiksa Dan Disetujui Untuk Dijadikan Laporan.


Guru Pamong





( Sumiati )




Tanggal


Kepala Sekolah





( Drs. PIRNGADI, B.A )





Tanggal








LEMBAR PERSETUJUAN
DPL DAN KAPRODI


Laporan PPLK II tentang Latihan Mengajar Berbasis PTK.
Atas nama saudara:
Nama : Siti Samsiyah
NIM : 249062089
Jurusan : Tarbiyah
Program Studi : Tadris Bahasa Inggris ( TI )
Judul : Upaya Peningkatan Kemampuan Membaca Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Dengan menggunakan Strategi Reading aloud Bagi Siswa Kelas XII i di SMK 2 PGRI Ponorogo Tahun Ajaran 2009-2010
Telah Diperiksa Dan Disetujui Untuk Dijadikan Laporan.

Ponorogo :

Ketua Program Studi TI STAIN Ponorogo.





Drs. HARJALI, M.Pd
Dosen Pembimbing Lapangan





HARISUL WATHON, M.Pd I



















KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbilaalamin, segala puji bagi Allah swt. Yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, dan hidayahnya kepada kita semua, sehingga penulis dapat melaksanakan berbagai aktivitas, satu dianytaranya tugas akademis berupa praktek pengalaman lapangan kependidikan (PPLK) II Di STM 2 PGRI Ponorogo, serta dapat menyelesaikan penulisan laporan individu ini.
Sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW sang revolusioner sejati yang mampu melahirkan sebuah peradaban baruperadaban tinggi yang telah mampu menjunjung tinggi norma-norma yaitu peradaban islam.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada :
1. Bapak Drs. PIRNGADI, B.A, selaku kepala sekolah STM 2 PGRI Ponorogo, yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengadakan penelitian di STM 2 PGRI Ponorogo.
2. Bu Sumiati, selaku Guru Pamong Kegiatan Pplk II Di STM 2 PGRI Ponorogo atas segala bantuan, saran serta bimbinganya kepada kami.
3. Bapak Drs. Harjalai, M.Pd, selaku Ketua Program Studi TI Di STAIN PONOROGO, yang telah membimbing dan membekali penulis dengan Metodologi Penelitian Kependidikan yang sangat berguna dan bermanfaat.
4. Bapak Harisul Wathon, M. Pd I, Selaku Dosen Pembimbing kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK) II di STM 2 PGRI Ponorogo, yang telah memberi bimbingan serta membekali penulis dengan pesan dan sarannya.
5. Guru karyawan dan seluruh keluarga besar STM 2 PGRI Ponorogo,.
Penulis, menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam laporan ini, maka dari itu kritik dan saran konstruktif sangat penulis harapkan demi kesempurnaan laporan ini. Akhirnya semoga diridhoi oleh alloh swt dan menjadi rahmad seluruh alam. Amin.





Ponorogo,
November 2009




penulis











DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ………………………………………………………….. i
HALAMAN PERSETUJUAN ………………………………………………….. ii
HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING DAN KAPRODI …… iii
HALAMAN KATA PENGANTAR ………………………………………...…. iv
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………. v
DAFTAR LAMPIRAN ………………………………….……………………. vii
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah …………………………………….. 1
B. Identifikasi masalah …………………………………………3
C. Batasan masalah ……………………………………………..3
D. Hipotesis tindakan kelas ……………………………………. 4
E. Tujuan penelitian tindakan kelas ………………………….. 4
F. Manfaat hasil penelitian tindakan kelas ……………………. 4
G. Metodologi penelitian tindakan kelas …………………….. 5
1. Objek tindakan kelas ……………………………………. 5
2. Setting/lokasi/subjek tindakan kelas ……………………..5
3. Tekhnik pengumpulan data ………………………………5
4. Tekhnik analisis data……………………………………. 6
BAB II : KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian teori …………………………………………………. 9
BAB III : HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
A. Gambaran Setting Penelitian……………………………… 21
B. Penjelasan Persiklus ……………………………………… 21
C. Proses Analisis Data Per-Siklus ……………………………23
D. Pembahasan Dan Pengambilan Keputusan ……………… 26
BAB VI : PENUTUP
A. Kesimpulan ……………………………………………… 27
B. Saran ……………………………………………………... 27

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
• RPP I,RPP II, RPP III, Dan RPP VI
• Transkrip hasil pengamatan kegiatan pembelajara RPP I, RPP II, RPP III, RPP VI.
• Catatan feed back dari guru pamong dan siswa/ siswi dari kelas yang di ajar.






BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Fungsi Pendidikan nasional menurut undang-undang RI No.20 tahun 2003adalah mengembangkan kemampuan mengembangkan kemampuan dan membentuk waktu serta peradaban bangsa yang bernartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pendidikan dapat dilihat dan diraskan secara langsung dalam perkembangankehidupan masyarakat, Kehidupan kelompok dam kehidupan individu. Hal ini juga disebabkan karena pendidikan langsung berurusan dengan pembentukan manusia, pendidikan menentukan mode pembentukan manusia yang akan dihasilkannya, pendidikan juga me,mberikan kontribusi yang sanggat besar terhadap kemajuan bangsa dan merupakan wahana dalam menerjemahkan dalam pesan-pesan konstitusi serta sarana dalm membangun watak bangsa.
Guru adalah tenaga kependidikan yang tugas utamanya menyampaikan bahan ajar, kepada peserta didik baik yang bersifat akademis maupun semi akademis atau yangt bersifat keterampilan. Serta mampu mengembangkan ragam potensi yang terpendam dalam dalam diri anak didik.
Pembelajaran pada dasarnya merupakan upaya untuk mengarahkan anak didik ke dalam proses belajar sehingga mereka dapat memperoleh tujuan belajar sesuai dengan apa yang diharapkan. Pembelajaran hendaknya memperhatikan kondisi individu anak karena merekalah yang akan belajar. Apabila hal ini diabaikan maka hasil belajar atau prestasi siswa dalam mempelajari sesuatu juga kurang maksimal. Karena salah satu tujuan dari hasil belajar adalah untuk mengetahui sejauhmana siswa dalam memahami materi tertentu, pada waktu pembelajaran tertentu pula.
Anak didik merupakan individu yang berbeda satu sama lain, memiliki keunikan masing-masing yang tidak sama dengan orang lain. Oleh karena itu pembelajaran hendaknya memperhatikan perbedaan-perbedaan individual anak tersebut, sehingga pembelajaran benar-benar dapat merubah kondisi anak dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak paham menjadi paham serta dari yang berperilaku kurang baik menjadi baik.
Kondisi riil anak seperti ini, selama ini kurang mendapat perhatian di kalangan pendidik. Hal ini terlihat dari perhatian sebagian guru/pendidik yang cenderung memperhatikan kelas secara keseluruhan, tidak secara perorangan atau kelompok anak, sehingga perbedaan individual kurang mendapat perhatian. Gejala yang lain terlihat pada kenyataan banyaknya guru yang menggunakan metode pengajaran yang cenderung sama setiap kali pertemuan di kelas berlangsung.
Pembelajaran yang kurang memperhatikan perbedaan individual anak dan didasarkan pada keinginan guru, akan sulit untuk dapat mengantarkan anak didik ke arah pencapaian tujuan pembelajaran. Kondisi seperti inilah yang pada umumnya terjadi pada pembelajaran konvensional. Konsekuensi dari pendekatan pembelajaran seperti ini adalah terjadinya kesenjangan yang nyata antara anak yang cerdas dan anak yang kurang cerdas dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Kondisi seperti ini mengakibatkan tidak diperolehnya ketuntasan dalam belajar, sehingga sistem belajar tuntas terabaikan. Hal ini membuktikan terjadinya kegagalan dalam proses pembelajaran di sekolah.
Menyadari kenyataan seperti ini maka yang diperlukan untuk mencari dan merumuskan strategi yang dapat merangkul semua perbedaan yang dimiliki oleh anak didik. Strategi pembelajaran yang ditawarkan adalah strategi belajar aktif (active learning strategy). Yang salah satu tujuannya untuk mengatasi kebosanan siswa, sehingga dalam proses belajarnya siswa siswa senantiasa merangkul dan menunjukkan ketekunan keantusiasan serta berperan secara aktif.
Active learning strategy mempunyi banyak sekali metode, salah satu diantaranya adalah reading aloud. Reading aloud sangat cocok diterpkan bagi anak didik yang mempunyai kesulitan membaca dan juga sekaligus mengetes kemmpuan membaca siswa yang lain.
Hal ini Juga yang mendorong peneliti untuk memakai reading aloud sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan maembaca siswa di SMK 2 PGRI pnorogo, karena ditemukan banyak sekali siswa yang toidak bisa membaca teks bahasa inggri dengan benar.
Berdasarkan dari fenomena di atas maka penulis mengambil judul:
Upaya Peningkatan Kemampuan Membaca Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Dengan menggunakan Strategi Reading aloud Bagi Siswa Kelas XII i di SMK 2 PGRI Ponorogo Tahun Ajaran 2009-2010.

B. IDENTIFIKASI MASALAH

Dari permasalah di atas dapat di identifikasi sebagai berikut :
1. Apakah metode Reading aloud berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan membaca siswa Kelas XII i di SMK 2 PGRI Ponorogo Tahun Ajaran 2009-2010 ?
2. Apakah metode Reading aloud dapat memotivasi Guru Bahasa Inggris, untuk mengembangkan kompetensinya terutama dalam mengembangkan metode pembelajaran?

C. BATASAN MASALAH.

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka penulis dapat merumuskan beberapa masalah :
1. Bagimana guru bahasa inggris menyusun program pembelajaran dengan metode jigsaw learning dalam KBM bahasa inggris?
2. Bagaimana guru bahasa inggris menyusun program peningkatan prestasi belajar bahasa inggris?
3. Bagaimana guru bahasa inggris melakukan usaha-usaha dalam peningkatan keefektifan Pembelajaran bahasa inggris?

D. HIPOTESIS TINDAKAN KELAS
• Ada pengaruh antara metode Reading aloud dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa.
• Adanya pengaruh Reading aloud dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
• Ada pengaruh Antara Metode Reading aloud dalam memotivasi guru bahasa Inggris dalam mengembangkan kompetensinya.

E. TUJUAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS.
Berdasarkan hipotesis tindakan kelas diatas maka Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menemukan model pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa. di SMK 2 PGRI Ponorogo khususnya kelas XII i, secara spesifik tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui pelaksanaan KBM STM PGRI Ponorogo dalam pembelajaran bahasa inggris pada siswa Kelas XII i di SMK 2 PGRI Ponorogo Tahun Ajaran 2009-2010 ?
2. Untuk menggetahui kemampuan membaca siswa Kelas XII i di SMK 2 PGRI Ponorogo Tahun Ajaran 2009-2010 ?
3. Untuk mendiskripsikan, keekfektifan dari penerapan metode Reading aloud dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa di SMK 2 PGRI Ponorogo tahun ajaran 2009-2010

F. MANFAAT HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS.
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Secara teoritis, sebagai wahana dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
2. Secara Praktis:
a. Bagi siswa.
- Siswa lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran
- Membantu dalam menguasai materi pelajran dengan baik.
- dengan metode yang berfariasi tidak membuat, siswa bosan.
- membantu siswa dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajarnya
b. Bagi Guru
a. meningkatkan model pembelajaran dalam KBM.
b. mendapat informasi tentang kemampuan siswa.
c. bahan pertimbangan dalam mengajar, mendorong, dan membimbing siswa untuk mengupayakan dalam peningkatan mutu pendidikan.
c. Bagi Sekolah.
a. Sebagai sumbangan pikiran dan untuk menambah referensi perpustakaan berupa hasil penelitian.
b. Pengembangan penelitian lebih lanjut, yakni dapat dijadikan sebagai acuan pertimbangan dalam menembah cakrawala berfikir.

G. METODOLOGI PENELITIAN TINDAKAN KELAS.
1. Obyek tindakan kelas.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Adapun tindakan yang diteliti adalah :
a. Kemampuan membaca siswa dalam bahasa inggris.
b. Kerjasama dalam mengkomunikasikan Hasil Belajarnya
c. Keaktifan siswa dan sikap kooperatif selama mengikuti pembelajaran
2. Setting/lokasi/subyek penelitian tindakan kelas.
Setting atau lokasi PTK ini adalah di SMK 2 PGRI Ponorogo, Jl. Soekarno Hatta - ponorogo kelas XII i dengan jumlah 45 siswa. Mata pelajaran Pendidikan Bahasa Inggris pokok bahasan manual instrution semester Gasal tahun ajaran 2009/2010.
3. Tekhnik Pengumpulan Data
Dalam pembelajaran berbasis PTK tugas guru tidak hanya mengajar saja melainkan juga harus meneliti. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan beberapa metode yang relevan dengan penelitian ini yakni :
a. Tekhnik wawancara
Wawamcara adalah proses Tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dengan dua orang atau lebih , bertatap muka, mendengarkan langsungi nformasi –informasi atau keterangan –keterangan.
Dalam hal ini wawancara dilakukan dengan menyampaikan pertanyaan –pertanyaan tentang kemampuan membaca siswa Kelas XII i di SMK 2 PGRI Ponorogo Tahun Ajaran 2009-2010.
b. Tekhnik observasi
Observasi adalah alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki. Dalam hal ini mengamati tentang kemampuan membaca siswa Kelas XII i di SMK 2 PGRI Ponorogo Tahun Ajaran 2009-2010.
c. Tekhnik dokumentasi
Tekhnik dokumentasi ini dilakukan untuk mengumpulkan data dari sumber noninsani, sumber ini terdiri dari dokumen dan rekaman.
Metode ini digunakan untuk memperoleh data atau informasitentang gambaran umum kemampuan membaca siswa Kelas XII i di SMK 2 PGRI Ponorogo Tahun Ajaran 2009-2010.

4. Tekhnik Analisis Data .
Tekhnik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis logika PTK, yang dilaksanakan melalui proses pengkajian berdaur yang terdiri dari 4 (empat ) tahap, yaitu perencanaan (planning), tindakan(acting), observasi (observing) dan refleksi(reflecting). Logika 4 (empat) tahap tersebut adalah sebagai berikut



Sebelum melakukan pembelajaran berbasis PTK, Seorang guru/pendidik harus melakukan observasi awal untuk(a)menemukan masalah,(b) melakukan identifikasi masalah, (c) menentukan batasan masalah, (d) menganalisis masalah dengan menentukan factor-faktor yang diduga sebagai penyebab utama terjadinya masalah, (e) merumuskan gagasan pemecahan masalah dengan merumuskan hipotesis-hipotesis tindakan pemecahan, (f) menentukan pilihan hipotesis tindakan pemecahan masalah (g) merumuskan judul perencanaan kegiatan pembelajaran berbasis PTK.
Setelah Judul Perencanaan Kegiatan Pembelajaran berbasis PTK di rumuskan, langkah berikutnya adalah:
a. Menyusun Perencanaan (Planning)
Yaitu meliputi (1) penetapan materi pembelajarn PAI, (2) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)(3), Mempersiapkan Fasilitas Dan Sarana Pendukung Yang Diperlukan Dikelas (4)mempersiapkan instrument untuk mrekam dan manganalisis data mangenai proses dan hasil tindakan.

b. Melaksanakan Tindakan (Acting )

yaitu meliputi seluruh proses kegiatan belajar-mengajar melalui model pembelajaran active learningatau melaksanakan tindakan yang telah dirumuskan pada RPP dalam situasi yang actualyang meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

c. Melaksanakan Pengamatan (Observing)

yaitu dilaksanakan bersamaan dengan proses pembelajaran yang meliputi actifitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, memantau kegiatan siswa dan mengamati pemahaman masing-masing ank terhadap penguasaan materi pembelajaran.

d. Melakukan Refleksi.
Yaitu meliputi kegiatan mencatat hasil observasi, mengevaluasi hasil observasi, analisis hasil pembelajaran sekaligus menyusun rencana pada siklus selanjutnya.


BAB II
KAJIAN TEORITIK

A. KAJIAN TEORI

Didalam lembaga pendidikan formal, gurumenjalankan tugas pokok dan fungsinya yang bersifat multi peran yaitu, sebagai pendidik, pengajar, dan melatih. Guru juga memiliki kesatuan peran dan fungsi yang tidak terpisahkan antara kemampuan mendidik, membimbing, mengajar dan melatih.
Untuk istilah belajar para ahli pendidikan sangat beragam dalam memberi batasan, antara lain pendidikan morgan dalam buku introduction, to psikokogy yang dikutip Ngalim Purwanto, mengemukakan belajar adalah setiap perubahan yang relative menetap dalam tingkah laku yang terjadi, sebagai suatu hasil dan latihan/pengalaman.
Salah satu tugas guru adalah mendidik yang didalamnya terdapat interaksi antara guru dan murid, serta transfer of knowledge, dalam proses transfer of knowledge guru harus memahami keadaan siswa, agar materi yang diterimanya bisa maksimal, dan pembelajaranya tidak monoton maka di perlukanlan pembelajaran yang bervariasi sehingga tidak hanya guru saja yang aktif melainkan juga peserta didik. Untuk mengatasi hal itu maka diperlukan pembelajaran active learning.

1. Reading Aloud
Research di Amerika menunjukkan bahwa kebiasaan membaca akan mengalami penurunan yang sangat drastis seiring dengan bertambahnya usia si anak Sekolah tidak menciptakan apa yang dinamakan ‘lifetime readers’ – melainkan menciptakan ’schooltime readers’, yaitu mereka yang membaca hanya agar dapat lulus di sekolah Di dalam hasil penelitian ‘Becoming a Nation of Readers’ ditemukan dua hal, yaitu:
1. Satu-satunya kegiatan yang paling penting untuk dapat meningkatkan pengetahuan agar seseorang pada akhirnya menjadi gemar membaca adalah melalui kegiatan ‘reading aloud’ yang dilakukan sejak anak-anak.
2. Kegiatan ini harus dilakukan baik di rumah, maupun di sekolah (selama si anak menempuh pendidikan sekolah)
Read aloud merupakan suatu kegiatan yang asangat penting kareana
• Semakin banyak anda membaca, semakin baik anda dalam melakukannya. Semakin baik anda melakukannya, maka Anda akan semakin menyukai kegiatan membaca itu sendiri. Pada akhirnya, Anda akan semakin sering membaca.
• Semakin banyak Anda membaca, semakin banyak Anda tahu; dan semakin banyak Anda tahu, semakin pintar lah Anda.
Yang penting untuk diingat adalah kita perlu menanamkan minat membaca. Dan ini akan lebih mudah dilakukan saat seseorang masih belia (anak2) dibandingkan saat ia sudah dewasa

Langkah – langkah teknik reading aloud :
a) Pili satu tyeks yang cukup menarik untuk dibaca dengan keras. Usahakan teks tidak terlalu panjang.
b) Berikan teks kepada siswa. Beri tanda poin-poin atau is-isu yang menarik untuk didiskusikan.
c) Bagi teks dengan paragraph atau yang lain.
d) Undang beberapa siswa ntukmembaca bagian yang berbeda-beda.
e) Ketka bacaan sedang berlangsyung, berhenti pada bebebrapa tempat untuk menenknkan arti penting poin-poin tertentu, untuk bertanya atau memberi contoh. Beri siswa untuk berdiskusi jika mereka menunjukkan ketertarikan trhadap pon tersebut.
f) Akhiri proses denga bertanaya kepada siswa apa yang ada dalam teks.

Dari beberapa metode dalam model pembelajaran Reading aloud. Juga memerlukan beberapa metode antara lain: metode ceramah, Tanya jawab, untuk lebih jelasnya sebagai berikut :
1. metode ceramah
Metode ceramah atu metode khotbah, yang oleh sebagian para ahli, metode ini disebut one man show method adalah suatu cara penyampaian bahan pelajaran secara lisan, oleh guru di depan kelas atau kelompok.
• Kelebihanya :
- Guru dapat menguasai seluruh arah kelas
- Organisasi kelas sederhana
• Kelemahanya:
- Guru sukar mengetahui sampai dimana siswa telah mengerti arah pembicaraanya.
- Siswa seringkali memberi pengertian lain dari halt yang dimaksudkan guru.
Salah satu cara untuk mengefektifkan pengajaran dengan metode ceramah yaitu terlebih dahulu membangkitkan minat, memaksimakan pemahaman, dan pengingatan, melibatkan yang telah disajikan. Berikut adalah sejumlah pilihan untuk melakukan hal itu :
a. Membangkitkan minat, antara lain :
- Memaparkan kisah atau tayangan menarik.
- Mengajukan soal cerita.
- Mengajukan pertanyaan penguji.
b. Mamaksimalkan pemahaman antara lain :
- Susunlah headline atau kepala berita.
- Berikan gambaran nyata contoh dan analogi.
- Gunakan cadangan visual
c. Melibatkan siswa selama penceramahan, antara lain :
- Lakukan interupsi dan buatkan tantangan kecil.
- Menyajikan materi secara jelas.

2. Tanya jawab.
Metode Tanya jawab adalahsalah satu cara mengajar yang dapat membantu kekurangan-kekurangan yang terdapat pada metode ceramah.
• Kelebihanya :
- Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perthatian siswa
- Mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa.
- Merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya piker termasuk daya ingatan.
• Kekurangannya.:
a. Siswa merasa takut.
b. Waktu sering banyak terbuamg.
c. Tidak mudah membut pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berpikir dan mudah dipahami oleh siswa.
Metode Tanya jawab tepat digunakan untukmata pelajaran pendidikan agama islam. Oleh karena itu memiliki keistimewaan-keistimewaan sebagai berikut :
1. Pertanyaan membangkitkan minat.
2. pertanyaan yang meminya jawaban yang bersifat reproduktif. Pertanyaan pikiran yang meminta jawaban yang harus di pikirkan.
3. jawaban yang salah langsung dapat dikoreksi.
4. pertanyaan dapat membangkitkan hasrat untuk meneliti.

2. Pengertian Kemampuan membaca

Kampuan membaca dalah Jika seseorang mampu membaca suatu artikel / bacaan dan mengerti serta mampu mencerna maksud dari bacaan tersebut, maka hal itu menunjukkan bahwa ia juga mampu menangkap dan mengerti maksud lawan bicaranya saat berbicara dengan orang lain.
Kemampuan membaca yang baik dan benar sangat penting peranannya dalam membantu anak mempelajari berbagai hal. Melalui aktivitas membaca yang baik dan benar, anak akan mampu mengambil intisari dari bahan bacaannya. Dengan demikian, anak bisa mendapatkan sesuatu dari aktivitas membaca yang ia lakukan. Semakin banyak intisari yang bisa dipahami dari bahan bacaannya maka semakin banyak pula pengetahuan yang anak peroleh. Banyaknya pengetahuan ini tentu akan sangat membantu si anak dalam menjalani hari-harinya kemudian. Selain itu, kemampuan nalar (reasoning) anak juga akan berkembang dengan pesat ketika ia berhasil mendapatkan informasi melalui bahan bacaannya.
Pada tingkatan yang lebih luas, tantangan abad 21 mensyaratkan individu mampu memilah-milah dan mengkritisi informasi. Generasi muda yang tidak mampu membaca dengan baik dan benar tentunya akan berakibat fatal pada kualitas SDM kita dan kita akan sulit berkompetisi dengan generasi muda dari negara-negara lain. Sampai di sini, jelaslah bahwa kemampuan membaca anak sangat penting perannya bagi keberhasilan dirinya sendiri, bahkan bisa mempengaruhi kemajuan negaranya.

3. Pengertian Bahasa Inggris
Bahasa Inggris adalah bahasa Jermanik Barat, yang berasal dari Inggris. Bahasa ini merupakan kombinasi antara beberapa bahasa lokal yang dipakai oleh orang-orang Norwegia, Denmark, Saxon dan Anglo dari abad ke-6 sampai 10. Lalu pada tahun 1066 dengan ditaklukkan Inggris oleh William the Conqueror, sang penakluk dari Normandia, Perancis Utara, maka bahasa Inggris dengan sangat intensif mulai dipengaruhi bahasa Latin dan bahasa Perancis. Dari seluruh kosakata bahasa Inggris modern, diperkirakan ±50% berasal dari bahasam Perancis dan Latin.
















BAB III
HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

A. Gambaran setting penelitian.
Penelitian Tindakan Kelas Yang Mengambil Setting Di SMK 2 PGRI Ponorogo, dalam pelaksanaanya mengikuti alur sebagai berikut :
1. Perencanaan
Yaitu meliputi penetapan materi pembelajaran bahasa Inggris aspek speaking materi mnual instruction dengan alokasi waktu 2x 45 menit.
2. Tindakan
Peningkatan kemampuan membaca dengan menggunakan model pembelajaran reading aloud dengan beberapa metode yang ada di dalamnya..
3. Observasi
Dilaksanakan bersamaan denganm proses pembelajaran meliputi: aktivitas siswa, pengembangan materi, dan hasil belajar siswa.
4. Refleksi
Refleksi Yaitu meliputi kegiatan analisis hasil pembelajaran, dan sekaligus menyusun rencana pada siklus selanjutnya .
B. Penjelasan Persiklus
Penelitian tindakan kelas (PTK) dengan alur/tahapan perencanaan , tindakan, observasi dan refleksi, dihasilkan dalam siklus sebagai berikut.






Siklus I
Menggunakan Strategi Reding aloud

No Perencanaan Tindakan Observasi Refleksi
1 - menyusun rencana program pengajaran - menjelaskan KBM secara umum
- menjelaskan indicator yang inggin dicapai - mengamati perilaku siswa tehadap penggunaan model belajar - mencatat hasil observasi.
- menyiapkan, kkm, dan soal/resitasi - menjelaskan role of playing - memantau siswa dalam membaca dan memahami materinya - mengevaluasi hasil membaca
- Menyiapkan Blanko Observasi, Wawancara, Angket. - Memberikan Hand Out Materi -Mengamati Proses membaca di depan kelas dan siswa lain yang aktif merepon. - Menganalisis Proses Pembelajaran.
- Menyiapkan Blanko Evaluasi ( lembar observasi dan transkrip refleksi pembelajaran.) - Siswa membca hand out materi yang telah dibagikan. Kemudian guru menunjuk salah 1 murid untuk membaca s kalimat dengan keras. Siswa yang lain menyimak, kemudian memberikan tanggapan bacaan yang salah. Guru mengklarifiasi bacaan yang benar -Mengamati prroses sharing membac dan kemampuan siswa lain yang membenarkan cara membaca. -Memperbaiki Kelemahan –Kalemahan Yang Ada Sebagai rujukan siklus selanjutnya.
- Dan melakukan wawancara dengan vacky p.w peserta PPLK yang sebelumnya mengajar dikelas tersebut tentang keadaan dan konsisi siswa saat KBM berlangsung.



Proses Analisis Data Persiklus
Proses analisis data, sebagai hasil dari penelitian yang diperoleh secar sistematis yang meliputi, antusiame siswa (minat), dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, keaktifan siswa, dan prestasi belajarnya dalam mengikuti kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran bahasa inggris yang tersaji dalam siklus sebagai berikut.
a. Siklus I .
Dalam pembelajaran pada siklus pertama pengenalan materi dilakukan dengan menggunakan metode reading aloud yang mana siswa diberikan hand out materi, kemudian dipelajari oleh masing-masing siswa. Setelah itu, guru menunjuk 1 siswa untuk membacany dengan keras sambil berdiri, sedangkan siswa lain mengoreksi jika ada bacan yang salah. Selain dari buku panduan, hand out materinya merupakan penggembangan dari kumpulan materi-materi bahasa inggris SMK kelas XII.
Untuk mengetahui pemahaman siswa maka perlu adanya evaluasi kepada siswa sehingga guru bias mengetahui kemempuan siswa. Selain dari pada itu, juga untuk mengetahui antusiasme, keaktifan serta kemampuan membaca siswa. Dalam hal ini, tes dilakukan menggunakan tes lisan yang mana siswa harus membaca bagian yang ditunjuk oleh guru atau mengoreksi bacaan yang salah dari siwa yang telah membaca, apabila anak tidak bisa membaca denan bnar atau tidak bias membenarkan bacaan yang salah maka anak tersebut mendapat niilai kurang pada indicator-indikator yang anak tersebut tidak bisa menjawab.
Dari tes tersebut menghasilkan nilai akhir yang dapat dilihat dibawah ini :
- siswa dapat membaca dengan benar : 27 siswa
- siswa dapat memperbaiki bacan teman : 28 siswa
- siswa dapat menjawab perrtanyaan : 30 siswa

Dalam menggunakan metode reading aloud terlihat ada peningkatan prestasi siswa dengan hasil sebagai berikut :
Hasil Evaluasi siklus I
No Nama Nilai KKM Keterangan
1 Hermawan 70 70,1 remidi
2 Heru Cahyono 72 70,1 tuntas
3 Heru Priyanto 80 70,1 tuntas
4 Heru Purwanto 81 70,1 tuntas
5 Heru Setiawan a 70,1 remidi
6 Heru Supriono 72 70,1 tuntas
7 Hidin Wahyudi 85 70,1 tuntas
8 Ibnu R 95 70,1 tuntas
9 Imam hanafi 81 70,1 tuntas
10 Indra Puji 86 70,1 tuntas
11 Irfan Laksono 90 70,1 tuntas
12 Iwan S 98 70,1 tuntas
13 Joko Rudi 72 70,1 tuntas
14 Joko setyon 90 70,1 tuntas
15 Joko setyono i 70,1 remidi
16 Juli Utomo 88 70,1 tuntas
17 Katuji 72 70,1 tuntas
18 Kamim ikwanul 87 70,1 tuntas
19 Krisfilove i 70,1 remidi
20 Kurrniananto 86 70,1 tuntas
21 Leo Indra 95 70,1 tuntas
22 Lilis P 79 70,1 tuntas
23 Luki mardiansah 90 70,1 tuntas
24 Lukman p 86 70,1 tuntas
25 M. Latif H. 77 70,1 tuntas
26 Maksum 84 70,1 tuntas
27 Maliki 88 70,1 tuntas
28 Abrur Abadi 78 70,1 tuntas
29 Mator C 90 70,1 tuntas
30 Misbakul m 90 70,1 tuntas
31 M. mustajkim 85 70,1 tuntas
32 Muhrifan 76 70,1 tuntas
33 Muamamar 85 70,1 tuntas
34 M.safarudin 86 70,1 tuntas
35 M Ysuf 83 70,1 tuntas
36 M. ansori 72 70,1 tuntas
37 M. Isnani 95 70,1 tuntas
38 M. Nasron i 70,1 remidi
39 M. Safii 86 70,1 tuntas
40 M. Yusuf 88 70,1 tuntas
41 Mukromul H 87 70,1 tuntas
42 Iwan p 75 70,1 tuntas


Selain itu untuk mengetahui sejauh mana siswa dapat menangkap materi selama kegiatan pembelajaran berlangsung maka siswa harus mengerjakan evaluasi (resitasi) dengan hasil yang sangat Memuaskan (lihat lampiran evaluasi siswa)

b. Siklus II.
Dalam proses pembelajaran pada siklus yang ke II ini, dan belajar dari pengalaman kemarin (pada siklus 1) maka pembelajaran pada kali ini materi yang diberikan menggunkan ceramah, Tanya jawab dan Reading aloud. Yang materinya dari buku paket SMK kels XII semester 1 serta buku penunjang lainnya yang terangkum dalam hand out materi, dalam kelas XII i ini PTK benar-benar bisa diterapkan hal ini di sebabkan karena kondisi siswa sebenarnya antara kemarin dan hari ini (siklus 1) berbeda, dan tugas guru adalah memahami situasi dan kondisi siswa dengan cepat, tepat dan terpusat maka dalam pembelajaran ini PTK murni dalam artian bisa menggunakan metode reading aloud secara penuh:
- siswa dapat membaca dengan benar: 33 siswa dari 39.
- Siswa dapat memperbaiki bacan teman: 34 siswa
- Siswa dapat menjawab perrtanyaan: 35 siswa

Interpretasi :
Pada penyampaian siklus yang ini hasil pembelajarannya sangat memuaskan, dan semua indicator dapat dikuasai oleh siswa hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi yang dilakukan table diatas Dan dapat dikatakan jika pembelajaran kali ini dinyatakan maksimal.

D. Pembahasan Dan Pengambilan Kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam membaca teks bahasa inggris dengan menggunakan model pembelajaran reading aloud adalah sanggat memuaskan. Secara keseluruhan hasilnya menunjukkan adanya peningkatan, baik aktivitas, semangat, maupun keefektifan membaca siswa.

BAB VI
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian dan pembahasan diatas, maka peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
a. Model pembelajaran Reading aloud dapat mengubah siswa berperan active dalam pembelajarn, hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang sangat signifikan.
b. Model pembelajaran Reading aloud meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca bacacan bahasa inggris.
c. Model pembelajaran reading aloud dapat memeberikan suasana yang baru bagi siswa , suasana yang menyenangkan, santai tetapi tetap serius sehingga minat siswa dalam mengikuti pembelajaran cenderung meningkat, dan siswa lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi pertanyaan guru yang acak dan tak terduga jadi kesiapan siswa lebih dan itu muncul murni dari tanggung jawab siswa sendiri dalam mengikuti pembelajaran, apabila minat dan kesadaran siswa meningkat, maka semakin meningkat pula minat membaca bahasa inggris, apabila minat siswa dalam membca meningkat, maka menigkat pula kemampuan ebcaca karena sering berlatih.
d. Strategi reading aloud, secara tidak langsung mendorong guru khususnya guru bahasa inggris, untuk selalu memperbaiki proses pembelajarannya, hal ini terjadi sebagai evaluasi yang dilakukan oleh guru, dari hasil penyusunan, pelaksanaan, dan pengamatan pada KBM berlangsung (siklus) Sehingga disadari atau tidak guru termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi siswa dalam wujud pembelajaran active learning.


B. Saran.
1. Pembelajaran bahasa inggris khususnya aspek skill membaca yang selama ini hanya menggunakan cara –cara konvensional dan semi PTK, sudah saatnya diaganti dengan reading aloud dan di implementasikan kedalam pembelajaran sehari-hari.
2. Dengan melihat hasil pembelajaran model reading aloud ini, tentunya bisa dikembangkan dengan pendekatan model atau variasi (inovasi) pembelajaran lainnya.
3. Kerja kolaborative dalam PTK dapat dipakai sebagai wahana penggembangan profesionalisme guru dalam pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas, Undang-undang Ri Nomor 20, Sisdiknas .Jakarta: Depdiknas,

Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional. Bandung: Rosdakarya, 1998

Abdul majid, dian andayani. PAI Berbasis Kompetensi (Bandung : PT,. Remaja rosdakarya, 2004

Cholid Narbuko, Abu ahmadi.,metodologi penelitian. Jakarta : Bumi aksara 2006.

Sugiono, Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2005.

Buku Pedoman pelaksanaan PPLK II Berbasis PTK Jurusan Tarbiyah STAIN Ponorogo . Ponrogo: STAIN PO, 2008.

Hasibuan,JJ,Dan Moedjiono,Proses Belejar Mengajar Siswa Active, Bandung : Remaja Rosdakarya, 1995, H.107

Zainal Aqib, Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: CV. Irama Widya, 2006.

Nasar, Merancang Pembelajarab aktif dan Kontekstual Berdasarkan SISKO 2006 . Jakarta: PT. Gramedia Widia Sarana, 2006.

Melvin,L,Siberman. Active Learning 101 Cara Siswa Belajar Active. Bandung : Nusa Media, 2006.

Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetyo, Strategi Belejar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia, 1997.

Syaiful Bahri Jamarah, Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru.Jakarta : Rineka Cipta, 1994

Abdul Rahman Shaleh,Madrasah Dan Pendidikan Anak Bangsa. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004.


Nana Sudjana Penilaian Proses Hasil Belajar Mengajar(Bandung: PT.Remaja Rosdakarya,1990

Depdikbud,Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka, 198.

Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, Bandung : Remaja Rosdakarya, 2002.
Abdul majid, dian andayani. PAI Berbasis Kompetensi (Bandung : PT,. Remaja rosdakarya, 2004)

Suryo subroto, Proses Belajar Mengajar Di Sekolah. Jakarta : rineka cipta, 1997.

Zuhairi,filsafat pendidikan islam, dirjen lembaga islam. Depag. Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar Di Sekolah. Jakarta : rineka cipta, 1997.

Syaiful Bahri Jamarah Dan Anwar Zain, Stategi Belajar Mengajar, Jakarta : rineka cipta 1995.

Mahfudz,dkk,shalahuddin.,Metodologi Pendidikan Agama.

E,Mulyasa, Menjadi Guru Professional, (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2006).

www.Google.com, Artikel Pendidikan oleh Darliana MSi,

Cholid narbuko, Abu ahmadi.,metodologi penelitian (Jakarta : Bumi aksara 2006),

Sutrisno,hadi. Metodologi research Yogyakarta :fakultas psikologi1991

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
BERBASIS PTK
Judul : Upaya Peningkatan Kemampuan Membaca Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Dengan menggunakan Strategi Reading aloud Bagi Siswa Kelas XII i di SMK 2 PGRI Ponorogo Tahun Ajaran 2009-2010.

Mata Pelajaran : Bahasa Inggis
Kelas / Semester : XII i/ 1
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi : 3. Beerkomunikasi dengan bahasa inggris secara level intrermediate
Kompetensi Dasar : 3.4. Memahami penggunaan peralatan
Indikator : 3.4.1 Pertanyaan yang terkait debngan isi manual penggunaan alat dijawab dengan benae
3.4.2. Petunjuk penggunaan peralatan ( minimal dua manual ) diungkapakan kembali dengan kata-kata sndiri secara tepat.
I. Tujuan
Pada akhir pembelajaran siswa dapat :
- Merespon teks tentang penggunaan maual alat
- Menjawab pertanyaan – pertanyaan seputar teks
- Mengidentifikasi teks
II. Materi
a) Manuals
 Telphone installation
 Computer installation
b) Keywords
 Printer
 Hooked up
 Connect
 Plug
 Unplug
 Switch
 Tiurn on
c) Using printer
 Using printer
 Install
 Hooked up
 Set the page
 Fill the ink
III. Metode / Strategi Pembelajaran
- Lesson starts with the question
- Ceramah
- Reading aloud
IV. Langka-Langkah Pembelajaran
a. Kegiatan awal
No. Kegiatan Strategi / Metode Waktu Sumber / Bahan / Kebutuhan
1. Guru mengucapkan salam 3 menit - kertas
- pulpen
- absensi
2. Guru mengabsensi siswa 3 menit
3 Guru memberikan pertanyan kepada siswa seputar materi yang akan dibahas Learning stsrts with quetion
4. indicator yang akan dicapai dan pembelajaran hari ini 4 menit




b. Kegiatan Inti
No. Kegiatan Strategi / Metode Waktu Sumber / Bahan / Kebutuhan
1. Guru membagikan hand out materi yang berisi bacaan yang berhubungan dengan materi Reading aloud 10 menit - hand out materi

2. Siswa mempelajarai hand out matei yang tlah dibagikan 10 menit

3. Guru menunjuk salah satu siswa untuk membaca dengan keras 10

4. Guru meninjuk siswa lain untuk megomentaari atu membetulkan bacaan yang salah pada siswa 1 10 menit
5 Memberikamn ulasan secukupnya 10 menit
6 Guru membagikan kartu yang berisi kata-kata yang berhubungan denagn materi Card shot 5 menit - kartu
- pulprn
- spidol
- dobl tip
- papan
7 Siswa menjodohkan kart dengan jodohnya 5 menit


c. Kegiatan Penutup
No. Kegiatan Strategi / Metode Waktu Sumber / Bahan / Kebutuhan
1. Guru menyimpulkan materi yang sudah dibahas tadi Ceramah 3 menit Guru
2. Guru memberikan kesempatan kepada murid untuk menanyakan apa yang belum paham Tanya jawab 3 menit Murid
3. Guru memberikan tugas kepada murid yang berkaitan dengan materi tadi sekaligus memotivasi siswa untuk giat belajar Ceramah 5 menit
4. Salam penutup 4 menit

V. Sumber / Bahan Alat / Kebutuhan
1. Hand out materi
2. Buku Univrse of English SMK kelas XII
3. Alat Pembelajaran
Meja, kursi, papan tulis, spidol.
4. Media Pembelajaran, media cetak (buku)
VI. Penilaian
- Tes lisan
- Menjodohkan
VII. Lampiran
- Hand out materi
- Instrument penilaian lengkap soal dan jawaban
- Lembar analisis indikator lengkap dengan KKM setiap indicator.

Mengetahui Ponorogo, 30 November 2009
Guru Pamong Ttd




SUMIATI SITI SAMSIYAH
NIM 249062089





Instumen Perekam Data Perekam Data Selama Kegiatan Dengan Menggunakan Observasi Mendalam

Judul penelitian : Upaya Peningkatan Kemampuan Membaca Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Dengan menggunakan Strategi Reading aloud Bagi Siswa Kelas XII i di SMK 2 PGRI Ponorogo Tahun Ajaran 2009-2010.
Peneliti/ peserta PPLK : Siti Samsiyah
Hari/ tanggal penelitian : Selasa, 03 November 2009
Siklus : I
Waktu pengamatan : 07.3-09.00
Tempat pengamatan : Di Kelas XII IPS I di SMK 2 PGRI Ponorogo
Kompetensi dasar : Memahami penggunaan peralatan
Indikator : 3.4.1 Pertanyaan yang terkait debngan isi manual penggunaan alat dijawab dengan benae
3.4.2. Petunjuk penggunaan peralatan ( minimal dua manual ) diungkapakan kembali dengan kata-kata sndiri secara tepat.


Catatan Pengamatan
Didalam penggunaan metode reading aloud, pertama-tama, anak didik merasa antusias, semangat, tatapi pada sesi pertanyaan lisan ada sebagian siswa kira-kira 30% dari siswa kelas XII IPS 1, agak pucat, deg-degan, tidak tenang dll hal itu disebabkan karena mereka kurang percaya diri, akan kemampuanya, padahal mereka bisa membaca dengan tepat, mungkin factor kebiasaan yang mempengaruhinya.

Refleksi perlu ,adanya penggunaan metode pembiasaan yang bersifat active learning salah satunya (reading aloud), sehingga kepercayaan diri siswa sudah terbangun sejak dini, disamping itu keuntungan dari readiong aloud adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa

Mengetahui
guru Pamong



Sumiati Ponorogo, _____________________




SITI SAMSIYAH
NIM 249062089


Instumen Perekam Data Perekam Data Selama Kegiatan Dengan Menggunakan Wawancara

Judul penelitian : Upaya Peningkatan Kemampuan Membaca Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Dengan menggunakan Strategi Reading aloud Bagi Siswa Kelas XII i di SMK 2 PGRI Ponorogo Tahun Ajaran 2009-2010.
Peneliti/ peserta PPLK : Siti Samsiyah
Hari/ tanggal penelitian : Selasa, 03 November 2009
Siklus : I
Waktu pengamatan : 07.3-09.00
Tempat pengamatan : Di Kelas XII IPS I di SMK 2 PGRI Ponorogo
Kompetensi dasar : Memahami penggunaan peralatan
Indikator : 3.4.1 Pertanyaan yang terkait debngan isi manual penggunaan alat dijawab dengan benae
3.4.2. Petunjuk penggunaan peralatan ( minimal dua manual ) diungkapakan kembali dengan kata-kata sndiri secara tepat


Transkrip wawancara
Dari hasil wawancara pada hari selasa 03 November 2009 dengan seorang siswa kelas XII IPS i yang bernama iwan, Pada pukul 10.00 diruang perpustakaan, informan mengatakan bahwasannya penggunaan metode reading aloud pada mata pelajaran bahasa inggris yang diadakan dikelas XII IPS i,bahwasannya metode tersebut telah optimal, karena secara tidak langsung membuat siswa untuk berani membaca , apabila siswa tidak siap dalam artian, tidak punya kesiapan maka akan malu sama teman dan juga guru PPLK .

Refleksi Dalam penggunaan metode reading aloud , walaupun terkesan memaksa siswa, tetapi pada hakikatnya metode ini bukan memaksa siswa , akan tetapi lebih menekankan siswa untuk berani membaca di depan umum khususnya menggunakan bahasa inggris, oleh karenanya metode ini cocok digunakan kareana membuat keberanian siswa btambah dan mrnambah kekritisan siswa karena bias melihat kesalahan siswa lain dan memperbaikinya
Mengetahui
guru Pamong




SUMIATI Ponorogo, _____________________





SITI SAMSIYAH
249062089

Instumen Perekam Data Perekam Data Selama Kegiatan Dengan Menggunakan Observasi Mendalam

Judul penelitian : Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dengan menggunakan Strategi jigsaw Learning Bagi Siswa Siswi Kelas XII IPS 1 di SMA BAKTI Ponorogo Tahun Ajaran 2008-2009.
Peneliti/ peserta PPLK : Siti Samsiyah
Hari/ tanggal penelitian : Selasa, 03 November 2009
Siklus : II
Waktu pengamatan : 07.3-09.00
Tempat pengamatan : Di Kelas XII IPS I di SMK 2 PGRI Ponorogo
Kompetensi dasar : Memahami penggunaan peralatan
Indikator : 3.4.1 Pertanyaan yang terkait debngan isi manual penggunaan alat dijawab dengan benae
3.4.2. Petunjuk penggunaan peralatan ( minimal dua manual ) diungkapakan kembali dengan kata-kata sndiri secara tepat


Bukti Dokumentasi
Refleksi siswa dan siswi kelas XII IPS i. sedang membaca dengan serius serta mempelajari hand out materi yang mereka terima sebelum mereka mebaca did epan kelas.



Mengetahui
guru Pamong




SUMIATI Ponorogo, _____________________




SITI SAMSIYAH
249062089

Tidak ada komentar:

Pengikut