RemembeR

" hidup sekali, hiduplah yang berarti"

Mengenai Saya

Foto Saya
Allow cendekiawan baru, ktemu dengan aq dlm blog ini. q asli reog city.blog ini berisi secara keseluruhan tentang pengetahuan. harapanq bermanfaat wuat QM-QM

Senin, 07 Maret 2011

Karakteristik PTK

Karakteristik PTK
Kita sebutkan karakteristik PTK setidaknya ada 4 hal : Pertama, dari sisi segi permasalahan. Penelitian itu memang dari guru di kelas. Kedua, kesadaran kritis seorang guru yang dilakukan dengan cara-cara ilmiah dan sistematis. Ketiga, ada aksi nyata atau tindakan dari guru untuk perbaikan di kelas. Keempat, ada kolaborasi dengan teman guru lain atau peneliti lain untuk mengobservasi dan merumuskan persoalan mendasar yang memang harus diatasi.
Empat langkah dalam PTK
(Sambungan terdahulu)
Observasi (Observing)
Observasi ini digunakan untuk merekam informasi dampak dari pelaksanaan tindakan baik dengan atau tanpa alat bantu meliputi data kuantitatif maupun kualitatif sesuai dengan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Instrumen yang digunakan harus banyak sehingga diperoleh gambaran yang lengkap mengenai perkembangan proses pembelajaran, dan pengaruh dari tindakan (aksi) yang dipilih terhadap kondisi kelas.
Untuk itu, pengambilan data dapat dilakukan dengan cara :
1. Observasi atau pengamatan (non tes) misalnya bagaimana anak
mempersiapkan alat dan bahan, bagaimana anak menggunakan alat,
bagaimana sikap anak ketika mengerjakan tugas.
2. Wawancara (non tes), misalnya terhadap 3 anak yang unik, 3 anak yang
pintar, 3 anak yang tidak bisa (bodoh), 3 anak yang mempunyai antusias
tinggi, 3 anak yang enggan mengikuti proses.
3. Angket (non tes), misalnya sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh
siswa secara tertulis yang berguna untuk mengungkap tanggapan balik siswa
dan dampak dari aktivitas tindakan selama proses pembelajaran
berlangsung.
4. Jurnal (non tes) misalnya catatan harian siswa tentang dia, cara guru
mengajar, interaksi kawan, dilaksanakan 5 menit sebelum selesai pelajaran,
sebagai kontrol anak terhadap PBM. Jurnal guru, termasuk perasaan
senang bisa diceritakan.
5. Dokumentasi (non tes) termasuk gambar atau photo PBM.
6. Nilai ulangan (tes), penilaian hasil tugas yang dilakukan guru lain yang
sejenis.
Patut dicatat juga, beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengambilan data :
1. jenis data yang dihimpun memang diperlukan dalam rangka implementasi
tindakan perbaikan
2. indikator-indikator yang ditetapkan harus tergambarkan pada perilaku siswa
dan guru secara terukur
3. kesesuaian prosedur pengambilan data
4. pemanfaatan data dalam analisis dan refleksi

Refleksi (reflecting)
Refleksi ini sangat penting digunakan untuk mengadakan upaya evaluasi yang dilakukan guru dan tim pengamat dalam penelitian tindakan kelas. Refleksi dilakukan dengan cara misalnya berdiskusi terhadap berbagai masalah yang muncul di kelas penelitian yang diperoleh dari analisis data sebagai bentuk dari pengaruh tindakan yang telah dirancang. Aspek-aspek yang perlu dibicarakan misalnya mengapa, bagaimana, dan sejauh mana tindakan yang dilakukan mampu memperbaiki masalah secara bermakna. Ini satu siklus. Jika menurut peneliti siklus pertama ini belum mencapai tujuan maka akan dilanjutkan dengan siklus kedua dst. Tujuannya adalah supaya ada perbaikan. Contohnya target yang telah ditetapkan adalah anak mendapatkan nilai 70, ternyata hasil pada siklus I anak baru mencapai nilai 69, berarti perlu tindakan perbaikan (replanning) pada siklus II.
LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) BAHASA INGGRIS
Desember 30, 2008 by ktiptk
CONTOH KARYA TULIS ILMIAH (KTI) :
LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) BAHASA INGGRIS
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBAHASA MEMBACA SISWA KELAS VII B SMP NEGERI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PBL TEKNIK BERCERITA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Usaha peningkatan sumber daya manusia sedang marak dilakukan di negara ini. Salah satu perwujudannya adalah melalui peningkatan kualitas pendidikan yang diusahakan oleh pemerintah sedemikian rupa sehingga terjadi penyempurnaan dan perubahan kurikulum beberapa kali.
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) merupakan konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. Dengan demikian, implementasi kurikulum dapat menumbuhkan tanggung jawab dan partisipasi peserta didik untuk belajar menilai dan mempengaruhi kebijakan umum (public policy), serta memberanikan diri berperan serta dalam berbagai kegiatan, baik di sekolah maupun di masyarakat.
Guru sebagai fasilitator seperti yang diharapkan oleh KBK dituntut untuk dapat mengatur, mengarahkan dan menciptakan suasana kegiatan belajar mengajar yang kondusif sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan sesuai yang diharapkan KBK. Oleh karenanya, guru dituntut pula untuk lebih professional, inovatif, perpsektif dan pro aktif dalam melaksanakan tugas pembelajaran.
Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional memerankan bagian yang sangat penting. Selain digunakan sebagai media untuk berkomunikasi juga digunakan untuk menguasai teknologi yang perkembangannya menuntut kita untuk mempelajarinya lebih dalam. Pembelajaran bahasa Inggris harus mencakup 4 ketrampilan berbahasa yaitu : membaca (reading), menyimak (listening), berbicara (speaking), dan menulis (writing) secara terpadu. Membaca adalah salah satu ketrampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa untuk memahami isi suatu wacana.
B. Identifikasi Masalah
Pembelajaran secara konvensional (teacher centered situation) tidak dapat mengajak siswa untuk berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran, yang diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan mudah. Oleh karena itu, guru hendaknya merubah kegiatan pembelajaran menjadi modern (students centered situation) yang dapat meningkatkan minat siswa untuk belajar menemukan sendiri, bekerjasama dan mengkomunikasikan hasil belajarnya serta membuat siswa semakin aktif dan kooperatif.
Membaca (reading) adalah salah satu ketrampilan dari 4 ketrampilan berbahasa yang harus dikuasai dalam pengajaran bahasa Inggris. Namun yang terjadi didalam kelas ketika diberikan kegiatan membaca teks dan siswa diminta untuk memahami isi teks melalui pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh guru sangatlah jauh dari yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh beberapa sebab antara lain; (1) Teks yang diberikan adalah teks bahasa Inggris yang merupakan bahasa asing di Indonesia, sehingga pemahaman siswa akan kata perkata (Vocabulary mastery) yang digunakan untuk mengetahui isi bacaan sangatlah jauh dari yang diharapkan. (2) Karena vocabulary mastery pada siswa sangat minim membuat siswa tidak dapat memahami secara langsung informasi-informasi baik yang tersurat maupun yang tersirat didalam bacaan. (3) Dengan hanya membaca teks siswa tidak merasa senang sebagaimana tujuan pada kegiatan membaca.
Ada beberapa hal yang terjadi pada siswa sehubungan dengan 3 alasan tersebut diantaranya adalah; siswa tidak membaca teks secara keseluruhan, siswa tidak mau berusaha mencari arti didalam kamus, siswa tidak menjawab pertanyaan baik mengenai informasi yang tersirat maupun tersurat dengan tepat namun mereka mengambil jawaban hanya dengan menjodohkan kalimat yang sama tanpa memahami maksudnya. Jika hal ini dibiarkan berlarut maka dikhawatirkan keinginan siswa untuk meningkatkan kemampuan penguasaan kosa kata (vocabulary mastery) akan berkurang dan mungkin hilang, siswa tidak mau berusaha untuk menemukan informasi yang ada didalam bacaan, kerjasama antar kelompok tidak bisa maksimal karena kegiatan yang dilakukan siswa tidak memotivasi siswa untuk menyelesaikan bersama dengan rasa senang, keadaan kelas yang teacher-centered membuat komunikasi didalam kelas sangat tidak aktif dan membuat siswa takut atau malu bertanya tentang permasalahan yang dihadapinya didalam kegiatan membaca. Hal ini juga berpengaruh pada pendekatan pada siswa untuk selalu suka belajar.
Gejala-gejala tersebut dapat terlihat dari observasi yang dilakukan oleh peneliti bersama teman kolaborator pada saat pra siklus yang menjadikan landasan bagi peneliti untuk melaksanakan siklus-siklus berikutnya guna mencapai tujuan pembelajaran. Gambaran hasil kegiatan Pra siklus adalah sebagai berikut:
No Keterangan Bagus Sedang Kurang
1 Siswa aktif membaca Teks v
2 Siswa menjawab pertanyaan tentang pemahaman isi bacaan v
3 Siswa Memahami Kosa kata v
4 Siswa menyelesaikan tugas v
5 Siswa aktif mencari kosa kata dikamus v
6 Siswa aktif bertanya kepada teman atau guru v
7 Siswa Memahami pengucapan (pronunciation) v
8 Siswa merasa senang dengan proses pembelajaran v
Tabel 1 : Hasil kegiatan pra siklus
Sementara hasil evaluasi dari kegiatan pra siklus ini sangat tidak memuaskan dan tergambar sebagai berikut:
No NAMA KELOMPOK NILAI
1. KELOMPOK 1 55
2. KELOMPOK 2 55
3. KELOMPOK 3 60
4. KELOMPOK 4 60
5. KELOMPOK 5 50
6. KELOMPOK 6 50
RATA-RATA 55
Tabel 2 : Hasil evaluasi pra siklus
Penerapan Project Based learning (PBL), yang merupakan pembelajaran yang terfokus pada konsep inti dan prinsip displin, melibatkan siswa di dalam pemecahan masalah, penyelidikan dan tugas-tugas lain yang bermanfaat, membuat siswa bekerja secara otonomi untuk membentuk pengetahuan mereka dan menghasilkan suatu produk tertentu, dapat dilakukan melalui berbagai media dan teknik salah satunya adalah dengan bercerita.
C. Rumusan Masalah
Permasalahan yang timbul dalam pembelajaran bahasa Inggris adalah kesulitan siswa untuk berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran, terutama dalam pencapaian ketrampilan berbahasa membaca.
Adapun rumusan masalahnya adalah:
1. Bagaimanakah aktivitas siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris melalui model PBL dengan menggunakan teknik bercerita?
2. Bagaimanakah hasil pencapaian ketrampilan berbahasa membaca melalui model PBL dengan menggunakan teknik bercerita?
D. Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan untuk mencapai tujuan sebagai berikut:
1. Mendiskripsikan aktivitas siswa dalam pencapaian ketrampilan berbahasa membaca pada pembelajaran bahasa Inggris melalui model PBL dengan menggunakan teknik bercerita.
2. Mendiskripsikan hasil pencapaian ketrampilan berbahasa membaca melalui model PBL dengan menggunakan teknik bercerita
E. Manfaat penelitian
Hasil penelitian ini akan memberikan manfaat terutama bagi guru untuk:
1. Memberikan inspirasi kegiatan yang menyenangkan yang dapat dilakukan dalam pembelajaran bahasa Inggris.
2. Membuktikan pencapaian ketrampilan berbahasa membaca yang dapat dicapai dengan teknik bercerita.
3. Meningkatkan efektifitas pembelajaran bahasa Inggris.
…. dst.
(Selengkapnya hub. via SMS : 081913127080)

Tidak ada komentar:

Pengikut